Lampung Barat- Bupati Lampung Utara, Parosil Mabsus mendapatkan doa tulus dari salah satu siswa Sekolah Dasar Negeri di Lampung Barat. Dengan tulus mengucapkan terimakasih telah memberinya seragam sekolah gratis
“Terimakasih Pak Bupati, semogga sehat selalu dan panjang umur,”ujar salah satu siswa dengan ucapan yang tulus.
Momen hangat ini menjadi bagian dari penyerahan bantuan seragam sekolah gratis yang juga menyasar 766 siswa di SMPN 1 Sekincau. Kebijakan ini bukan sekadar penyerahan bantuan fisik, melainkan penegas pesan moral: ruang kelas bukan lagi tempat membedakan siapa yang mampu dan siapa yang tidak.
Perwakilan wali murid Sekincau, Amad Ansori, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Bagi warga setempat yang mayoritas menggantungkan hidup sebagai petani dan buruh harian, bantuan ini datang sebagai angin segar di tengah himpitan ekonomi awal tahun ajaran baru.
“Ini adalah anugerah bagi kami, Pak Bupati. Sekarang anak-anak sekolah tidak ada lagi perbedaan antara anak orang kaya dan si miskin, karena mereka sama-sama memiliki seragam baru saat masuk sekolah,” ungkap Amad.
Ia menambahkan, program ini berhasil memotong beban finansial riil keluarga secara signifikan. Para orang tua kini tak perlu lagi terjerat utang atau menunda pemenuhan kebutuhan dasar demi membeli seragam anak-anak mereka.
Sementara itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegaskan bahwa program seragam gratis ini diintegrasikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat. Langkah kolaboratif ini dirancang khusus untuk mengikis dua alasan paling mendasar yang kerap menghambat anak-anak berprestasi: rasa malu dan keterbatasan biaya.
“Harapan saya, dengan adanya program bantuan seragam gratis ini tidak ada lagi alasan anak putus sekolah. Kedua, tidak ada lagi cerita anak malu berangkat ke sekolah. Kenapa? Sekarang seragamnya baru, dan di sekolah pun sudah disiapkan makan gizi gratis,” tegas Parosil.
Melalui sinergi program ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat optimistis mampu menciptakan kesetaraan akses pendidikan sekaligus merawat asa generasi penerus Bangsa tanpa diskriminasi status sosial. (Samson/ Red)













