Sinergi Pusat Daerah, Menteri PKP dan Gubernur Lampung Tanam Sejuta Pohon di Kotabaru

LAMPUNG SELATAN, studio2news.com — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, bersama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan aksi penanaman sejuta pohon sekaligus meresmikan tugu dan prasasti di Taman Kehati, Kawasan Kotabaru, Lampung Selatan, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Real Estate Indonesia (REI). Kehadiran dua tokoh penting ini menegaskan komitmen kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan yang memadukan sektor permukiman dengan pelestarian lingkungan.

Dalam sambutannya, Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam mendukung Program Strategis Nasional, khususnya target 3 Juta Rumah.

“Terima kasih kepada Gubernur Lampung atas perjuangannya yang luar biasa untuk rakyat, khususnya di bidang perumahan. Dukungan nyata seperti ini sangat krusial untuk memperkuat program pemerintah pusat di daerah,” ujar Maruarar.

Maruarar mengungkapkan kabar baik bagi warga Lampung: kuota program bedah rumah tahun ini melonjak drastis. Atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto, jumlah rumah yang diperbaiki di Lampung meningkat dari 3.000 unit pada tahun lalu menjadi 10.000 unit pada tahun ini.

Selain bedah rumah, pemerintah fokus pada, pembangunan rumah susun (Rusun), penataan kawasan kumuh secara terpadu dan pendorong ekonomi melalui sektor konstruksi untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

Menteri PKP juga mendorong lahirnya kebijakan baru yang mewajibkan penanaman pohon di setiap proyek pembangunan rumah, baik kategori komersial maupun subsidi. Hal ini bertujuan agar ekspansi pemukiman tidak mengorbankan keseimbangan ekosistem.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menegaskan bahwa gerakan penanaman sejuta pohon adalah bentuk tanggung jawab sosial organisasi. “Kami ingin mewariskan bumi yang lebih baik. Gerakan ini sudah kami lakukan di Labuan Bajo dan IKN, dan kini kami perkuat di Lampung,” tegasnya.

Sementara itu, Anshori Djausal menjelaskan transformasi luar biasa kawasan tersebut. Bermula dari lahan kebun singkong, kini lahan seluas 25 hektare di Kotabaru tersebut telah menjadi rumah bagi 13.000 pohon dari 120 spesies lokal.

“Dalam kurang dari dua tahun, ekosistem baru mulai terbentuk. Burung, lebah, dan kupu-kupu mulai kembali. Kami memproyeksikan tempat ini sebagai pusat penelitian, wisata lingkungan, dan pelestarian plasma nutfah khas Lampung,” jelas Anshori.

Acara diakhiri dengan prosesi penanaman pohon secara simbolis dan peresmian prasasti. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi, Jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Pengurus Pusat dan Daerah REI, Akademisi serta komunitas relawan lingkungan.

Melalui momentum HUT ke-54 REI ini, diharapkan sinergi antara pengembang dan pemerintah dapat terus memacu pertumbuhan ekonomi Lampung melalui sektor properti yang ramah lingkungan. (Wawan/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!