Jakarta, Studio2news.com – Pemerintah mempercepat penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau sekaligus memantau pemulihan pascabencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Laporan resmi disampaikan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Istana Merdeka, Senin (7/9/2026).
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan dan tercatat berada di level yang lebih rendah dibandingkan intensitas erupsi pada 2018.
Strategi Penanganan Erupsi Anak Krakatau untuk meminimalkan sebaran abu vulkanik di empat wilayah terdampak—DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatra Selatan—pemerintah berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Langkah Kunci Penanganan Erupsi:
▪ Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): Memicu presipitasi hujan guna meluruhkan partikel abu vulkanik di udara.
▪ Navigasi Udara: Hasil paper test di empat bandara yang sempat terdampak kini mengonfirmasi status negatif abu vulkanik.
▪ Mitigasi Selat Sunda: Pemantauan ketat selama 24 jam terus dilakukan terhadap potensi tsunami dan keamanan jalur pelayaran.
Progres Pemulihan Bencana di Flores
Di saat yang sama, pemulihan pascagempa di Flores, NTT, menunjukkan perkembangan positif tanpa adanya penambahan korban jiwa. Pemulihan infrastruktur dasar berjalan sesuai target:
• Infrastruktur & Layanan: Jaringan listrik, telekomunikasi, fasilitas kesehatan, dan pasokan kebutuhan dasar telah berfungsi normal.
• Aktivitas Masyarakat: Kegiatan ekonomi di pasar lokal serta proses belajar-mengajar di sekolah mulai beroperasi kembali.
Dengan pulihnya sektor-sektor vital tersebut, wilayah terdampak di Flores dinilai siap memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi. (Red)













