BANDAR LAMPUNG Studio2news.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lampung mendata pada awal Mei 2026 wilayah Lampung memasuki masa transisi menuju awal musim kemarau, namun potensi hujan sedang-lebat masih ada. Prakiraan cuaca harian umum menunjukkan kondisi cerah berawan hingga hujan ringan-lebat pada siang/sore hari.
Staf data informasi stasiun klimatologi Lampung, Ilil Firizqi menjelaskan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026.
“Prakiraan cuaca harian di wilayah Lampung saat ini pagi cerah berawan, dengan potensi hujan di wilayah seperti Mesuji, Tulang Bawang, dan Pesisir Barat, siang-sore sebagian besar wilayah Lampung berpotensi hujan intensitas ringan hingga lebat dan malam-dini hari hujan ringan, terutama di wilayah Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesawaran,” Jelas Ilil Firzqi saat dihubungi via ponselnya, Rabu 6 Mei 2026.
Kembali diterangkannya,.wilayah Lampung mulai memasuki awal musim kemarau pada bulan Mei 2026 ini dan puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026, dengan sifat hujan Bawah Normal (BN) hingga Normal (N).
“Puncak musim hujan telah berakhir pada periode Februari-Maret 2026, dengan beberapa wilayah sudah melewati puncak pada akhir 2025, Meskipun kemarau. potensi hujan sedang-lebat yang disertai petir dan angin kencang masih perlu diwaspadai. Waspadai potensi kekeringan pada puncak musim kemarau di beberapa wilayah pun harus diwaspadai,”Terangnya.
Pemerintah Daerah, lanjutnya, perlu menyiapkan mekanisme respons cepat untuk menghadapi penurunan kualitas udara dan meningkatkan kesiapsiagaan di sektor kehutanan guna mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan air bersih.
“BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi prediksi ini merupakan bentuk peringatan dini (Early Warning) yang harus segera diterjemahkan menjadi aksi nyata (Early Action) oleh para pemangku kepentingan demi meminimalkan risiko bencana kekeringan di Lampung,” Pungkasnya. (Sandi/Red)













