Gubernur Mirza Tinjau Langsung Operasi Modifikasi Cuaca dan Water Bombing

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah cepat dan terintegrasi dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui operasi terpadu yang menggabungkan pemantauan satelit, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga pemadaman udara (water bombing), pemprov bertekad memadamkan api sedini mungkin sebelum meluas.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memastikan langsung kesiapan operasi tersebut saat meninjau fasilitas OMC di Bandara Radin Inten II, Rabu (26/8/2026).

Gubernur Mirza menegaskan, seluruh langkah mitigasi karhutla harus berjalan secara selaras dan terintegrasi agar penanganan di lapangan bisa berjalan efektif.

“Penanganan karhutla ini kita lakukan secara terpadu. Kita mulai dari pemantauan titik panas, melihat kondisi cuaca, dan melakukan modifikasi cuaca ketika kondisinya memungkinkan. Ketika ada titik api yang harus segera ditangani, kita langsung kerahkan pemadaman dari udara. Di lapangan, tim juga terus bekerja,” ujar Mirza.

Pola kerja cepat ini terbukti langsung di lapangan pada Rabu pagi. Begitu sistem mendeteksi kemunculan titik api di Resort Rantau Jaya, kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), helikopter langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyiraman air (water bombing).

“Seperti tadi pagi, begitu ada titik api yang terdeteksi, langsung kita respons. Helikopter bergerak ke lokasi dan dilakukan water bombing. Ini yang kita inginkan, supaya setiap titik api bisa segera ditangani sebelum berkembang,” tegasnya.

Sebagai langkah pendukung strategis, Pemprov Lampung menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi Gubernur Lampung kepada BNPB.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, menjelaskan bahwa OMC bertujuan untuk memicu turunya hujan di wilayah-wilayah rawan, khususnya kawasan konservasi TNWK di Kabupaten Lampung Timur.

“Harapannya, dengan adanya OMC ini, hujan dapat membantu membasahi wilayah yang membutuhkan sehingga mendukung proses pemadaman dan mengurangi potensi munculnya titik api baru,” jelas Rudy.

Guna memperkuat operasi udara, dua unit helikopter bantuan BNPB juga telah disiagakan di Lampung sejak Selasa (25/8), Helikopter AS350B3e (Registrasi PK-DAP) dan Helikopter Sikorsky UH-60A (Registrasi N360UH)

Meski fokus pada teknologi modern dan pemadaman udara, Gubernur Mirza mengingatkan bahwa kerja di darat tidak kalah penting. Personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga relawan terus berjibaku melakukan pemadaman manual, penyekatan jalur api, serta patroli ketat.

“Ini kerja bersama. BNPB, BPBD, BMKG, TNI, Polri, relawan, semuanya bergerak. Targetnya jelas, karhutla segera tertangani, tidak meluas, dan masyarakat serta lingkungan di Lampung tetap aman,” pungkas Mirza. (Sandi Putra/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!