Pria Muda di Lampung Utara Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Depresi Masalah Keluarga

LAMPUNG UTARA, Studio2News – Warga Desa Bumi Raharja, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, digegerkan oleh peristiwa tragis, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Seorang pria berusia sekitar 25 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta ditemukan meninggal dunia karena gantung diri di gudang belakang rumahnya.

Korban yang diketahui tinggal seorang diri di rumahnya itu, pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Linda Arnista. Bermula dari kecurigaan, saksi mencoba masuk ke dalam gudang. Meskipun pintu utama dalam keadaan terkunci, saksi berhasil membukanya melalui celah bagian atas.

Betapa terkejutnya saksi ketika mendapati korban sudah tak bernyawa. Dalam kepanikan, ia segera berlari keluar untuk memanggil warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, personel Polsek Abung Surakarta bersama Unit Identifikasi Polres Lampung Utara langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas segera memasang garis polisi (police line), melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan dari para saksi, serta berkoordinasi dengan Puskesmas Tata Karya untuk proses evakuasi jenazah.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, melalui Kasi Humas IPTU Herawati, menjelaskan bahwa tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dari hasil pemeriksaan awal.

“Personel Polsek Abung Surakarta bersama Unit Identifikasi Polres Lampung Utara telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban mengalami tekanan psikologis,” ujar IPTU Herawati. Senin (27/7/2026).

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga dan saksi di lapangan, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya akibat mengalami depresi berat karena permasalahan keluarga, ditambah kondisi korban yang tinggal seorang diri.

Setelah proses identifikasi dan olah TKP selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan secara layak. Keluarga korban menyatakan menolak untuk dilakukan autopsi dan ikhlas menerima peristiwa tersebut sebagai sebuah musibah.

Menanggapi insiden memilukan ini, Polres Lampung Utara mengimbau masyarakat luas agar lebih peka dan peduli terhadap kondisi kesehatan mental anggota keluarga maupun orang-orang di lingkungan sekitar.

” Apabila terdapat seseorang yang menunjukkan tanda-tanda mengalami tekanan psikologis, diharapkan segera mendapatkan perhatian, pendampingan, serta bantuan dari tenaga profesional maupun layanan kesehatan agar kejadian serupa dapat dicegah,” tukasnya. (Yogi/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!