LAMPUNG UTARA – Estafet kepemimpinan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Lampung Utara resmi berganti. Melalui gelaran Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV yang berlangsung khidmat, Madri Daud terpilih secara aklamasi untuk menahkodai MD KAHMI Lampung Utara masa bakti 2026-2031.
Musda yang mengusung tema “Melalui Musda KAHMI Kita Tingkatkan Silaturahmi dan Sinergitas Dalam Pembangunan Daerah” ini menjadi momentum krusial bagi organisasi “Hijau Hitam” di Bumi Ragem Tunas Lampung.
Madri Daud, yang juga merupakan kader Partai Gerindra, terpilih menggantikan posisi ketua sebelumnya, Farouk Danial.
Keputusan pemilihan diambil setelah seluruh peserta Musda menyepakati satu suara untuk memberikan mandat sepenuhnya kepada Madri Daud. Meski suasana persidangan sempat berlangsung dinamis, namun berakhir dengan mufakat bulat yang mencerminkan soliditas internal organisasi.
Acara ini turut dihadiri oleh deretan tokoh alumni HMI Lampung Utara, di antaranya Farouk Danial dan Imam Suhada dan serta para kader senior lainnya serta seluruh kader HMI Lampung Utara.
Dalam pernyataan perdananya, Madri Daud menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan besar yang diamanahkan kepadanya. Ia menekankan bahwa KAHMI harus menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara.
“Amanah ini adalah tanggung jawab kolektif. Fokus utama kita ke depan adalah mempererat silaturahmi antar-alumni dan memastikan KAHMI hadir memberikan kontribusi pemikiran serta solusi nyata bagi persoalan kemasyarakatan di Lampung Utara,” ujar Madri.
Madri mengingatkan bahwa organisasi ini tidak dapat dipisahkan dari HMI. Menurutnya, besarnya KAHMI sangat bergantung pada besarnya HMI, begitu pula sebaliknya. Ia berkomitmen menjalankan amanah ini sesuai dengan AD/ART organisasi.
“Kedepan, kita akan menyelaraskan hubungan dengan Pemkab. Saya meminta dukungan semua pihak, khususnya para alumni, karena perlu perjuangan maksimal untuk memberikan ide-ide yang membangun bagi daerah kita,” tutupnya. (Diq).













