Mesuji- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji semakin mantap menatap Peninjauan Ulang Verifikasi Administrasi (PUVA) Kabupaten Layak Anak (KLA). Berbekal perolehan nilai sebelumnya yang berada di angka 690,25 dengan predikat Madya, Kabupaten Mesuji kini hanya membutuhkan tambahan 10,72 poin untuk mengamankan predikat Nindya.
Bupati Mesuji, Elfianah, menyatakan rasa optimisnya bahwa target kenaikan predikat tersebut dapat direalisasikan melalui kerja bersama dan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
“Untuk itu, saya berharap dalam rapat evaluasi ini seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta pihak-pihak yang tergabung dalam Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak dapat mengambil langkah-langkah strategis agar target naik predikat ini dapat tercapai,” ujar Bupati Elfianah saat membuka Rapat Evaluasi Gugus Tugas KLA di Ruang Rapat Tabek Oy, Lantai 3 Kantor Bupati Mesuji, Desa Wira Laga Mulya, Kamis (29/10/2026).
Kendati demikian, Bupati mengingatkan bahwa peningkatan predikat harus beriringan dengan penyelesaian berbagai tantangan substantif di lapangan. Sejumlah pekerjaan rumah (PR) krusial masih menjadi perhatian serius, di antaranya kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur, eksploitasi anak, serta angka pernikahan dini.
“Penyelesaian berbagai persoalan ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang erat, antara lain bersama aparat penegak hukum, Kementerian Agama, dunia usaha, hingga partisipasi aktif masyarakat Mesuji secara luas,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas KLA Kabupaten Mesuji yang juga Kepala Bapelitbangda, Irhandi Juanest Vant yang dalam kesempatan tersebut laporan sambutannya dibacakan oleh Asisten Bidang Pemerintahan Kabupaten Mesuji, Indra Kusuma Wijaya menekankan pentingnya forum evaluasi ini. Rapat tersebut dinilai krusial untuk meninjau secara komprehensif kinerja satuan tugas sekaligus merumuskan arah kebijakan strategis pada tahun mendatang.
Rapat evaluasi ini turut dihadiri oleh unsur pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mesuji, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, perwakilan dunia usaha, organisasi profesi, organisasi kepemudaan, serta elemen masyarakat yang tergabung dalam Gugus Tugas KLA.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan perlindungan anak yang terintegrasi, rangkaian kegiatan ini kemudian ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama antara berbagai pihak dengan Gugus Tugas KLA Kabupaten Mesuji. (Sandi Putra/ Red)













