STUDIO2NEWS – Matahari baru saja beranjak naik, menghantarkan kehangatan di bumi Lampung Utara. Di saat sebagian orang masih menikmati kenyamanan pagi, langkah kaki penuh dedikasi telah diayunkan oleh para tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Wonogiri.
Hari Rabu (28/10/2026), mereka mengemas peralatan medis, harapan, dan senyuman tulus untuk satu tujuan mulia yakni menjemput bola lewat program Puskesmas Mider, sebuah inovasi jempolan yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara guna mendekatkan akses kesehatan bagi masyarakat pelosok.
Tujuan perjalanan hari itu adalah Balai Desa Jerangkang, Kecamatan Kotabumi Selatan. Perjalanan menuju desa tersebut bukan sekadar mobilitas fisik, melainkan sebuah perjalanan nurani. Di balik lelahnya rute yang ditempuh, terpancar keikhlasan yang mendalam di wajah para nakes. Bagi mereka, panggilan kemanusiaan jauh melampaui batas ruang gedung puskesmas bahwa kesehatan adalah hak setiap warga, tanpa peduli seberapa jauh tempat tinggal mereka.
Setibanya di Balai Desa Jerangkang, antusiasme warga langsung menyambut. Sebanyak 70 orang warga datang bergantian, mendatangi meja-meja pelayanan yang telah ditata rapi. Satu per satu dari mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari pengecekan tensi, gula darah, hingga konsultasi keluhan penyakit.
Dari hasil pemeriksaan hari itu, terlihat potret kesehatan masyarakat setempat yang didominasi oleh penyakit degeneratif dan keluhan umum. Tercatat, rata-rata warga mengeluhkan dan didiagnosis menderita Hipertensi, Diabetes Melitus, Rheumatoid Arthritis (rematik), Gastritis (maag), serta Common Cold (infeksi saluran pernapasan ringan). Penyakit-penyakit ini kerap kali diabaikan warga karena keterbatasan jarak atau biaya untuk berobat ke fasilitas kesehatan formal. Di sinilah kehadiran Puskesmas Mider menjadi angin penyejuk.
“Program Puskesmas Mider ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memastikan tidak ada warga yang luput dari perhatian medis. Melihat senyum dan kelegaan di wajah warga Desa Jerangkang hari ini adalah bayaran terindah yang tidak bisa diukur dengan materi,” tutur Kepala Puskesmas Wonogiri, Forniyati.
Semangat kebersamaan dan ketulusan itu juga dirasakan langsung di ruang-ruang pemeriksaan. Dengan penuh kesabaran, para dokter dan perawat mendengarkan setiap keluh kesah warga sepuh maupun muda yang datang.
Dokter Endang Sulistriawati., yang turut melayani warga dengan penuh kehangatan, mengungkapkan betapa bermaknanya momen interaksi langsung dengan pasien di balai desa.
“Melayani langsung di tengah masyarakat seperti ini memberikan kedekatan emosional yang luar biasa. Banyak dari mereka yang sebenarnya butuh pendampingan pengobatan rutin, terutama untuk kasus hipertensi dan diabetes melitus. Dengan turun langsung, kami tidak hanya mengobati, tapi juga mengedukasi mereka tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat di tengah keterbatasan,” ungkap dr. Endang.
Hari beranjak siang, satu demi satu warga meninggalkan Balai Desa Jerangkang dengan membawa obat-obatan di tangan dan rasa tenang di hati. Ada rasa syukur yang terpancar dari mata para orang tua yang akhirnya bisa memeriksakan tekanan darah dan kadar gula mereka tanpa harus pusing memikirkan jarak dan biaya.
Bagi para Nakes Puskesmas Wonogiri, hari itu bukanlah sekadar hari kerja biasa. Itu adalah kisah tentang cinta kasih yang ditanam di tanah Desa Jerangkang, tentang pengabdian tanpa pamrih yang merawat asa, dan bukti nyata bahwa kehadiran negara dirasakan hingga ke pelosok desa melalui tangan-tangan tulus para pahlawan kesehatan daerah. (Red).













