Dibalik Topeng Santun Dwi Bagus, Bantai Istri dan Anak, Jasad Dibakar dan Digiling Hendak Dibuang ke Laut

Keterangan Foto: Rekaman CCTV Hotel, Dini dan Anaknya Saat Meninggalkan Hotel bersama Tersangka Dwi Bagus. Sumber Foto : Detik.com

MADIUN, Studio2News — Tabir misteri hilangnya seorang ibu muda dan anak balitanya di Kota Madiun, Jawa Timur, terkuak lewat fakta mengerikan. Dwi Bagus Martono (DBM), warga Kelurahan Winongo, tega menghabisi nyawa istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), serta putri mereka yang baru berusia 4 tahun, AGF.

Tak berhenti pada pembunuhan, Bagus melancarkan aksi keji demi memusnahkan jejak kejahatannya. Jasad kedua korban dibakar, diremukkan menggunakan mesin penggiling sampah, lalu dibakar kembali sebelum berencana dibuang ke laut lepas.

Aksi biadab ini menyengat warga setempat. Pasalnya, Dwi Bagus Martono selama ini dikenal sebagai sosok yang santun, aktif di masyarakat, dan baru saja menunaikan ibadah haji.

Ketua RT 24 Kelurahan Winongo, Agung Rusmanto, menuturkan warga sama sekali tidak menyangka terjadi penangkapan terhadap Bagus. Tidak ada gelagat atau aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya sebelum aparat kepolisian datang menggerebek.

“Tidak ada yang mencurigakan, tidak ada yang tahu. Makanya kemarin kaget kok ada penangkapan. Itu bikin warga bertanya-tanya,” kata Agung, Senin (26/10/2026).

Agung menegaskan interaksi sosial Bagus dengan tetangga berjalan normal tanpa riwayat keluhan maupun rekam jejak kriminal.

“Setahu saya orangnya baik. Di lingkungan sendiri tidak pernah terlibat kriminal. Jadi, basic-nya itu orang baik. Kemarin juga habis pulang haji. Rata-rata warga syok dan masih tidak percaya,” tuturnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan interogasi awal kepolisian, Bagus merencanakan dan mengeksekusi pembunuhan di beberapa lokasi berbeda:

  1. Kamar Hotel di Madiun: Tempat Bagus pertama kali mengeksekusi istri sirinya, Dini Hardiyanti.
  2. Rumah Kosong Jalan Doho (Gang Tentrem): Bangunan peninggalan almarhum orang tua Bagus yang biasanya hanya dikunjungi untuk dibersihkan. Di lokasi inilah Bagus mengeksekusi anak balitanya, AGF.
  3. Kediaman Jalan Kunir (Kelurahan Ngegong/Winongo): Rumah tinggal utama Bagus bersama istri sahnya. Di area pekarangan rumah ini, Bagus melakukan mutilasi menggunakan mesin penggiling daging serta membakar jasad kedua korban.

Mengenai konflik internal maupun prahara rumah tangga pelaku, warga mengaku sama sekali tidak mengetahuinya dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian agar kasus ini terungkap terang benderang. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!