Labuan Bajo- Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KM Feronia di perairan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Hingga penutupan operasi, korban berinisial VBJ (23), seorang dive master asal Labuan Bajo, beserta bangkai utama kapal belum berhasil ditemukan.
Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan telah mengerahkan berbagai teknologi mutakhir guna memaksimalkan pencarian di lapangan.
“Hingga hari kesepuluh pencarian, korban tenggelam yang merupakan dive master belum juga ditemukan, meskipun sejumlah peralatan canggih telah dikerahkan,” ujar Irwan di Kupang, Sabtu (25/10/2026).
Dalam operasi skala besar ini, Ditpolairud Polda NTT melibatkan 76 personel gabungan dari unsur TNI-Polri, Basarnas, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pelindo, serta masyarakat setempat.
Sejumlah alat utama dan perangkat teknologi canggih yang dikerahkan meliputi:
- Armada Laut: Kapal Pemburu Cepat (KPC) 2007, Rigid Inflatable Boat (RIB) 02, KM Hiu Macan 03 (KKP Kupang), RIB Lanal Labuan Bajo, dan KRI Pulau Fani-731.
- Teknologi Pemindaian: Sonar single beam, side scan sonar milik Koarmada II TNI AL Surabaya, drone bawah air (Underwater Drone), serta Remotely Operated Vehicle (ROV) milik PT Farmindo.
Penyisiran intensif telah dilakukan di sejumlah titik strategis perairan Taman Nasional Komodo yang dinilai krusial, meliputi kawasan Tatawa Besar, Batu Bolong, Mawan, Batu Tiga, hingga Sebayur. Penentuan titik-titik tersebut didasarkan pada kalkulasi pergerakan arus laut di sekitar lokasi awal kejadian.
Kendati demikian, Kombes Pol Irwan mengungkapkan bahwa kondisi arus bawah laut yang sangat dinamis menjadi hambatan utama bagi tim di lapangan. Berdasarkan evaluasi rekaman drone bawah air dan pemindaian sonar, petugas belum mendapati tanda-tanda signifikan terkait posisi korban maupun badan utama KM Feronia.
Menyusul evaluasi komprehensif atas hasil pencarian selama 10 hari tersebut, Basarnas Maumere secara resmi menutup operasi SAR gabungan. Walau demikian, upaya pemantauan tidak berhenti total. Ditpolairud Polda NTT melalui Marnit Labuan Bajo akan terus melanjutkan patroli rutin di perairan Taman Nasional Komodo.
Pihak Kepolisian turut mengimbau seluruh pelaku wisata bahari, operator kapal wisata, serta para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di perairan tersebut. Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan petunjuk atau tanda-tanda yang berkaitan dengan korban maupun bangkai KM Feronia.
“Kami mengimbau kapal-kapal wisata dan nelayan yang beraktivitas di perairan Taman Nasional Komodo agar segera menginformasikan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan KM Feronia,” tegas Irwan.
Bagi masyarakat atau pihak yang memiliki informasi terkait insiden ini, laporan dapat disampaikan langsung kepada satuan kepolisian perairan terdekat atau melalui layanan call center 101 SPKT Polres Manggarai Barat.
Sebagai bentuk empati dan solidaritas, jajaran Ditpolairud Polda NTT menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Rangkaian doa bersama dijadwalkan akan digelar di Pelabuhan Marina Labuan Bajo guna memberikan penghormatan terakhir kepada korban sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan. (Red)













