Isak Tangis Warnai Kepulangan Jenazah Brigadir Arya

BANDAR LAMPUNG, studio2news.com – Suasana duka menyelimuti Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung pada Sabtu (9/5/2026) sore.

Isak tangis keluarga pecah saat peti jenazah Brigadir Arya Supena dikeluarkan dari ruang otopsi untuk dipulangkan ke rumah duka di Kota Metro.

Brigadir Arya gugur dalam tugas setelah menjadi korban penembakan oleh terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat almarhum berusaha menggagalkan aksi kejahatan di Jalan ZA Pagar Alam, Kelurahan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu pagi (9/5/2026).

Kehilangan sosok suami dan ayah menjadi pukulan telak bagi Jovita, istri almarhum. Sambil menangis histeris, Jovita tak kuasa menahan emosi dan meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang telah merenggut nyawa suaminya.

“Bunuh pelakunya, bunuh! Tolong bapak-bapak polisi,” teriak Jovita.

Selain istri, Ibu kandung Brigadir Arya terlihat syok berat atas meninggalnya almarhum. Lantaran syok berat, ia tampak terkulai lemas di atas kursi roda hingga harus dibantu petugas medis menggunakan tandu untuk masuk ke dalam kendaraan.

Puluhan kerabat, sahabat, serta rekan sejawat dari Polda Lampung memadati area rumah sakit untuk memberikan penghormatan terakhir. Brigadir Arya dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi hingga akhir hayatnya.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak laki-laki yang masih balita. Proses pemulangan jenazah dilakukan dengan pengawalan ketat oleh personel kepolisian.

Iring-iringan ambulans meninggalkan RS Bhayangkara sekitar pukul 14.20 WIB menuju Kota Metro untuk proses pemakaman.

Saat ini tim gabungan dari Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung masih melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku yang diduga melarikan diri usai melepaskan tembakan maut tersebut. (Sandi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!