Jakarta, Studio2News – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memutuskan untuk mewajibkan telur ayam masuk dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak tiga kali sepekan. Langkah ini diambil usai Amran berkoordinasi langsung dengan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Trenggono.
“Saya langsung telepon Wakil Kepala BGN yang membidangi, Pak Trenggono, dan beliau menyatakan siap,” ujar Amran dilansir CNN Indonesia, Jumat (9/10/2026).
Menurut Amran, kebijakan ini menjadi solusi jangka pendek untuk mempercepat penyerapan produksi sekaligus mencegah harga telur jatuh di tingkat peternak. Ia menekankan peran strategis BGN sebagai penyerap utama (offtaker) hasil produksi lokal.
“Bagaimana konsumsi telur dalam MBG bisa tiga kali seminggu, BGN sudah sepakat dengan saya. Inilah pentingnya BGN menjadi offtaker bagi 160 juta petani dan peternak Indonesia,” tegasnya.
Kebijakan ini juga merespons aksi unjuk rasa para peternak ayam petelur di depan Gedung DPR RI. Mereka mengeluhkan melonjaknya harga pakan yang menekan biaya operasional dan memicu kerugian. Menyikapi hal tersebut, Amran menerima audiensi perwakilan peternak di kediamannya pada Jumat pagi.
Sebagai solusi masalah pakan, Amran mendorong percepatan penyerapan jagung saat panen raya ketika pasokan melimpah dan harga relatif terjangkau. Melalui skema yang disiapkan, peternak bertugas menyerap jagung saat panen, Perum Bulog menyediakan pembiayaan, dan koperasi difungsikan sebagai tempat penyimpanan stok.
Dengan mekanisme tersebut, hasil panen petani jagung dapat terserap optimal, sementara peternak mendapat kepastian pasokan bahan baku pakan dengan harga yang lebih stabil. (Red).













