Lampung Selatan- Program Revitalisasi Satuan Pendidikan senilai Rp1.752.817.000 dari APBN Tahun Anggaran 2026 resmi menuntaskan pembangunan fisik di SMP Nurul Aziz, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama tersebut direalisasikan dalam bentuk empat fasilitas baru yang kini mencapai tingkat penyelesaian 100 persen.
Pengucuran dana bantuan pemerintah ini ditujukan untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana yang selama ini dihadapi sekolah swasta di kawasan pedesaan. Proses pembangunan dilaksanakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dalam waktu 120 hari kalender, terhitung sejak Juni hingga September 2026.
Empat unit fasilitas pendidikan yang berhasil dibangun mencakup:
- Satu Ruang Kelas Baru (RKB)
- Satu Ruang Perpustakaan
- Satu Laboratorium IPA
- Satu Ruang Komputer
Kepala SMP Nurul Aziz, Miskam, menegaskan bahwa kucuran dana revitalisasi tersebut menjadi titik balik penting dalam peningkatan mutu pembelajaran siswa di tingkat daerah.
“Bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen ini merupakan jawaban atas kebutuhan jangka panjang sekolah kami. Kehadiran empat fasilitas baru ini sangat berarti untuk meningkatkan kenyamanan, efektivitas belajar, serta standar layanan pendidikan swasta di pedesaan,” ujar Miskam.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Pesantren Nurul Aziz, Bustanul Arifin, menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan program revitalisasi ini tidak terlepas dari pendampingan ketat lintas instansi guna memastikan kepatuhan terhadap petunjuk teknis.
“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung maupun Kabupaten Lampung Selatan, serta Kejaksaan Negeri Lampung Selatan yang melakukan pengawasan sejak awal. Gotong royong P2SP, dewan guru, dan masyarakat Dusun Umbul Keong II memastikan seluruh alokasi anggaran terealisasi tepat sasaran,” ungkap Bustanul.
Dukungan anggaran ini juga secara langsung mentransformasi sarana pendukung akademik yang sebelumnya terbatas. Fasilitas perpustakaan serta laboratorium IPA dan komputer yang kini berdiri terpisah memungkinkan pelaksanaan kegiatan praktikum dan literasi secara independen dan proporsional.
Setelah merampungkan seluruh tahap konstruksi, bangunan hasil revitalisasi ini dijadwalkan diresmikan secara resmi pada Oktober 2026. Pihak sekolah memastikan seluruh unit sarana baru siap difungsikan secara optimal guna menunjang kegiatan belajar mengajar secara berkelanjutan. (Wawan/ Red)













