Lampung Timur – Tongkat estafet kepemimpinan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Timur resmi berganti. Melalui upacara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar kemarin, Iptu M. Iksir resmi mengemban tugas baru menggantikan AKP Stefanus Boyoh yang kini bergeser menjadi Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan.
Upacara sertijab yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung Timur, AKBP Hesti Fatmawati ini bukan sekadar rotasi organisasi biasa. Di balik seremoni tersebut, ada pekerjaan rumah (PR) besar kini berpindah ke pundak Iptu M. Iksir sebagai nakhoda baru penegakan hukum di wilayah Lampung Timur.
Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Hesti Fatmawati menegaskan bahwa mutasi di tubuh Polri merupakan dinamika yang lumrah demi penyegaran organisasi dan pembinaan karier personel. Kendati demikian, ia menaruh harapan besar agar pejabat baru dapat langsung tancap gas tanpa perlu waktu lama untuk beradaptasi.
“Mutasi ini adalah bagian dari penyegaran organisasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Saya berharap pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri dan melaksanakan tugas secara profesional,”jelas AKBP Hesti Fatmawati.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada AKP Stefanus Boyoh atas dedikasinya selama memimpin Satreskrim Polres Lampung Timur.
Meski pergantian kepemimpinan berjalan mulus, tantangan nyata telah menanti Iptu M. Iksir di meja kerjanya. Publik kini menagih komitmen Satreskrim Polres Lampung Timur dalam menuntaskan sejumlah kasus pidana menonjol yang belum terungkap.
Salah satu perkara terbesar yang ditinggalkan oleh pejabat lama adalah misteri kematian Tiyas Nuraini. Kasus ini menjadi sorotan tajam dan menyita perhatian publik sejak Juli 2024 silam, ketika jasad korban ditemukan secara tragis di dalam karung di area perkebunan jagung, Kecamatan Labuhan Ratu.
Hingga hampir dua tahun berlalu sejak penemuan jasad yang mengindikasikan tindak pidana pembunuhan berencana tersebut, dan sampai berpindahnya AKP Stefanus Boyoh berpindah tabir gelap mengenai siapa pelaku dan apa motif di balik aksi keji itu belum juga terungkap secara tuntas.
Kasus Tiyas Nuraini kini menjadi ujian perdana sekaligus tolok ukur bagi Iptu M. Iksir. Profesionalisme dan ketajaman investigasi jajaran Satreskrim di bawah komando baru ini akan diuji. Apakah mereka mampu memberikan keadilan bagi keluarga korban, atau kasus ini akan tetap menjadi lembaran kelam yang tak terselesaikan. Dan, harapan besar serta langkah Sang pengungkap pelaku kejahatan terbaru di Lampung Timur dapat mengungkap tabir pembunuhan Tiyas Nuraini. (Red)













