Sempat Terkendala Kerusakan Alat, Sistem Pemantauan GAK Kembali Dipulihkan

Lampung Selatan,Sturio2News- Alat pemantau aktifitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat dampak erupsi, akhirnya dapat dipergunakan kembali meski secara terbatas.
Selain kerusakan, aki yang dipergunakan sebagai penyumplai arus listrik juga hilang. Dan untuk mengatasi sumpai energi tersebut, tim menggunakan aki cadangan.

Dari total 14 panel surya, hanya tiga yang masih berfungsi sedangkan 11 panel masih rusak. Karena keterbatasan daya, petugas memprioritaskan peralatan yang dianggap paling penting, yaitu CCTV, seismik, dan radio telemetri.
“Ketiga peralatan itu berhasil dinyalakan kembali. Sekarang dalam keadaan normal,” jelas Dika, salah seorang petugas pemantau GAK, (29/9/2026).

Sensor dan perangkat lainnya, lanjut Dika, belum seluruhnya dapat dioperasikan dan direncanakan mendapatkan perbaikan lanjutan pada bulan berikutnya.
Sementara itu, Deni Mardiono yang juga petugas pemantau, menjelaskan bahwa di sekitar peralatan telah terdapat peringatan dari Badan Geologi yang menyebut perangkat tersebut merupakan barang milik negara dan meminta agar tidak diganggu.

Meski demikian, belum diketahui apakah pihak yang diduga mengambil aki tersebut mengetahui atau mengabaikan peringatan tersebut.
Untuk mdiketahui, status Gunung Anak Krakatau pada 21 September 2026 pukul 18.30 WIB diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada).

Seiring perubahan status tersebut, rekomendasi jarak aman dari pusat aktivitas atau kawah Gunung Anak Krakatau berubah dari sebelumnya 3 kilometer menjadi 2 kilometer.
Untuk itu, Masyarakat tetap diminta mengikuti rekomendasi resmi Badan Geologi dan arahan BPBD setempat.
Masyarakat juga diimbau agar tetap tenang apabila Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dan tetap memantau aktivitas gunung api melalui sumber informasi resmi.

Masyarakat juga diminta tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta mengikuti arahan BPBD setempat.
Apabila sebaran abu erupsi mengarah ke wilayah Lampung maupun Banten, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan masker.

Sementara material berukuran lebih besar seperti batu, pasir, dan kerikil perlu diwaspadai terutama di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Sebaran abu vulkanik sendiri dapat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin. (Wawan/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!