JAKARTA, Studio2news – Presiden RI Prabowo Subianto mencetak preseden baru dalam sejarah diplomasi Indonesia. Hari ini, Kamis (2/7/2026), Prabowo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, dengan protokoler megah di Istana Merdeka.
Namun, di balik megahnya upacara penyambutan, ada satu fakta yang mencuri perhatian, dimana Lukashenko menjadi kepala negara pertama yang memilih menginap di Istana Negara, bukan hotel berbintang.
Lukashenko tiba di Kompleks Istana Kepresidenan pukul 11.25 WIB setelah mengitari kawasan Monumen Nasional (Monas). Iring-iringan tamu negara tersebut dikawal ketat oleh 80 pasukan berkuda dan 17 motoris, menciptakan pemandangan yang memikat mata.
Di halaman Istana Merdeka, Prabowo menyambut hangat Lukashenko. Suasana formal nan sakral terbangun dengan iringan 21 dentuman meriam dan lagu kebangsaan kedua negara. Prosesi ini kian berwarna dengan kehadiran barisan siswa sekolah dasar yang mengibarkan bendera kedua negara, serta penampilan magis Tari Enggang dari Kalimantan Timur simbol penghormatan tertinggi bagi tamu agung.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan, keputusan Lukashenko menginap di Istana Negara adalah permintaan pribadi sang tamu. Biasanya, tamu negara lebih memilih fasilitas hotel mewah, namun Lukashenko berbeda.
“Kita memberikan penghormatan khusus. Beliau berkehendak menginap di Istana. Pak Presiden (Prabowo) menilai Istana Negara adalah tempat yang paling representatif,” ujar Sugiono.
Sugiono memastikan bahwa ini adalah kali pertama dalam sejarah modern seorang presiden asing menginap di Istana Negara. Sebelumnya, Wisma Negara pernah digunakan oleh pejabat tinggi asing seperti PM Kamboja Hun Sen, namun untuk level presiden, Lukashenko adalah pelopornya.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Di balik kemegahan protokoler, kedua negara tengah mengejar target peningkatan ekonomi yang ambisius. Menlu Sugiono menyebutkan potensi kerja sama perdagangan dan investasi mencapai US$500 juta.
“Kedua presiden sepakat bahwa angka perdagangan dan investasi saat ini perlu didongkrak demi kemajuan kedua negara,” tegasnya.
Belarus, sebagai anggota kunci Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), adalah mitra strategis Indonesia. Terlebih setelah kesepakatan Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia dan EAEU diteken pada Desember 2025 lalu.
Sektor pertanian menjadi tulang punggung kerja sama ini. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membocorkan bahwa Belarus telah mengajukan permintaan pasokan 120 ribu ton kakao dan 14 ribu ton minyak sawit mentah (CPO) setiap tahun. Selain itu, kedua negara mulai merambah kerja sama mekanisasi pertanian dan transfer teknologi.
Dalam pertemuan ini, Prabowo didampingi jajaran menteri kunci, termasuk Menlu Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Kunjungan ini pun menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo sedang memperluas jangkauan diplomasi ekonominya ke jantung Eurasia. (red).













