Presiden Prabowo Hadiri Puncak PENAS XVII di Gorontalo, Momen Penegasan Kedaulatan Pangan

GORONTALO, studio2news – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo pada Rabu (24/6/2026) untuk menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII.

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini menjadi sorotan utama, terutama di tengah tantangan sektor pertanian dan perikanan yang saat ini sedang menjadi fokus Kabinet Merah Putih.

Berdasarkan pantauan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di lokasi acara dengan penampilan khasnya, kemeja safari krem dipadukan dengan topi biru dongker. Presiden tampak menumpangi mobil taktis kebanggaan anak bangsa, Maung MV3 Garuda Limousine berwarna putih.

Sepanjang perjalanan menuju panggung utama, Presiden Prabowo menyapa masyarakat yang telah memadati lokasi dari atas mobil melalui sunroof. Tak berselang lama, Prabowo memilih turun dari kendaraan untuk menyalami warga secara langsung, meski harus dikawal ketat oleh sejumlah personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Suasana di lokasi semakin bergemuruh saat lagu-lagu perjuangan, mulai dari “Bangun Pemudi Pemuda” hingga “Maju Tak Gentar”, berkumandang mengiringi langkah Presiden di tengah kerumunan petani dan nelayan.

Tak hanya Presiden, jajaran menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara dari Kabinet Merah Putih terlihat sudah bersiaga lebih awal di lokasi acara. Kehadiran para menteri ini menjadi sinyal kuat mengenai urgensi sektor pangan dalam agenda pemerintahan saat ini.

Beberapa pejabat tinggi yang tampak hadir antara lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya.

Kehadiran para menteri strategis ini diharapkan bukan sekadar seremonial belaka. Publik kini menanti langkah nyata pemerintah pasca-PENAS XVII, terutama terkait solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan oleh petani dan nelayan, mulai dari distribusi pupuk, stabilitas harga jual hasil panen, hingga perlindungan terhadap nelayan kecil dari gempuran industri besar. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!