Riau- Polwan Polres Rokan Hilir, Riau diterjunkan langsung ke titik kritis karhutla di kawasan Napangga Pujud, Kecamatan Tanjung Medan. Tanpa ragu, para personel wanita ini memegang selang bertekanan tinggi, melintasi gambut yang membara, dan bahu-membahu menaklukkan kobaran api agar tidak meluas ke pemukiman warga.
Keterlibatan langsung ini menuntut stamina fisik, keberanian tinggi, serta ketahanan di tengah kondisi cuaca ekstrem dan paparan asap pekat. Kehadiran Polwan di lokasi pemadaman membuktikan kapasitas taktis mereka dalam merespons situasi darurat bencana di lapangan.
Selain aksi pemadaman di lapangan, strategi penanganan karhutla juga menyasar pemulihan masyarakat terdampak. Di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, sebanyak 26 Polwan Polres Pelalawan dikerahkan untuk memberikan intervensi pascabencana.
Langkah yang dilakukan meliputi edukasi dan mitigasi kesehatan dengan pembagian masker medis secara masif untuk menekan risiko penyakit saluran pernapasan (ISPA). Pendampingan psikologis (Trauma Healing) dengan memberikan dukungan mental bagi warga, khususnya anak-anak dan lansia, guna memulihkan trauma akibat ancaman kebakaran dan penurunan kualitas udara.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Akmadi, menegaskan bahwa keterlibatan Polwan merupakan bagian integral dari strategi komprehensif Polda Riau dalam menanggulangi karhutla secara terukur dan berkelanjutan.
“Di Rokan Hilir, Polwan berdiri sejajar di garis depan membantu pemadaman fisik. Di Pelalawan, fokus diarahkan pada penguatan psikologis dan kesehatan warga. Spektrum tugasnya luas, namun tujuannya tunggal: menghadirkan negara dan kepolisian secara nyata di tengah krisis,” ujar Kombes Akmadi.
Momentum HUT ke-78 ini dipertegas Polda Riau sebagai bentuk redefinisi peran Polwan modern presisi, adaptif, dan berani mengambil risiko tinggi demi keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan. (Red)













