Bali- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Australian Federal Police (AFP) secara resmi menyepakati penguatan kemitraan strategis dalam menanggulangi ancaman kejahatan lintas negara (transnational crime). Kesepakatan tersebut dicapai dalam forum The 14th Senior Officers Meeting (SOM) Polri-AFP yang berlangsung di Hotel Merusaka, Badung, Bali, Senin (21/9).
Pertemuan tahunan yang telah digulirkan sejak 2011 ini menjadi momentum krusial bagi kedua instansi untuk mengevaluasi efektivitas operasional sekaligus memetakan agenda prioritas penegakan hukum di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam agenda SOM ke-14, delegasi Polri dan AFP menetapkan fokus penanganan pada sembilan sektor kejahatan transnasional yang dinilai kian kompleks dan dinamis. Sembilan bidang tersebut mencakup:
- Penanggulangan terorisme
- Pemberantasan penyelundupan manusia (people smuggling)
- Pencegahan eksploitasi manusia
- Penindakan kejahatan terorganisasi (organized crime)
- Penanganan kejahatan siber (cybercrime)
- Pemberantasan korupsi
- Pengembangan ilmu forensik
- Peningkatan kapasitas personel (capacity building)
- Penguatan mekanis pengejaran buronan lintas negara
Kepolisian RI menggarisbawahi pentingnya langkah konkrit dalam menghadapi taktik kejahatan modern, termasuk modernisasi analisis transaksi digital, pelacakan aset (asset recovery), serta investigasi bersama (joint investigation) yang melintasi yurisdiksi hukum.
Rangkaian forum ini juga mengintegrasikan rapat Board of Patrons untuk Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). Pusat pelatihan bersama ini tercatat telah melatih lebih dari 53.091 personel penegak hukum internasional sejak berdiri pada 3 Juli 2004 hingga Agustus 2026.
Sebagai langkah nyata operasionalisasi kesepakatan, kedua pihak menandatangani Circular Resolution 31, mengesahkan dokumen 2026 SOM Outcomes, serta menetapkan INP-AFP People Smuggling Cooperation Program Work Plan. Dokumen kerja ini dirancang khusus untuk mempercepat pertukaran intelijen dan efisiensi penanganan tindak pidana penyelundupan manusia.
Di sela-sela forum utama, Kapolri menggelar pertemuan bilateral khusus dengan Komisioner AFP, Krissy Barrett. Sesi terbatas ini membahas pemulangan buronan (fugitives) antar kedua negara, perluasan skema kemitraan strategis, hingga penataan akreditasi diplomatik bagi Liaison Officer (LO) AFP yang bertugas di Indonesia.













