Polisi Olah TKP, Jeritan Kakak-Adik Bertahan Hingga Nafas Terakhir dari Kamar Depan di Mesuji

Mesuji- Tragedi memilukan melanda Desa Budi Aji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji.  Rumah tinggal milik warga berinisial IP ludes dilalap si jago merah pada Minggu (30/8/2026) dini hari sekira pukul 02.00 Wib. Peristiwa mengerikan ini merenggut nyawa dua anak pemilik rumah, yakni ONPI (14) dan API (12), yang ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh hangus terbakar di dalam kamar depan.

Jajaran Polres Mesuji bersama Personel Polsek Simpang Pematang langsung bergerak cepat mengerahkan Tim Inafis untuk mengamankan lokasi kejadian serta mengusut tuntas penyebab pasti kebakaran fatal tersebut.

Mewakili Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus, Kapolsek Simpang Pematang Kompol Ery Hafri mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah berfokus pada olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengumpulan data identifikasi para korban.

“Anggota Inafis dan Sat Reskrim Polres Mesuji saat ini sedang intensif melakukan penyelidikan di TKP untuk mengungkap sumber api. Kami juga fokus melakukan proses identifikasi terhadap kedua korban,” tegas Kompol Ery Hafri.

Berdasarkan hasil olah TKP awal serta keterangan saksi kunci di lokasi, Sudarwanto, rentetan peristiwa tragis ini terungkap melalui kronologi berikut:

  • Pukul 02.00 Wib: Saksi mendengar suara dentuman kaca pecah sebanyak tiga kali dari arah rumah korban, disusul jeritan histeris seorang anak laki-laki yang meminta pertolongan.
  • Upaya Penyelamatan Terhalang: Saksi yang mendatangi lokasi mendapati kobaran api telah membesar dan mengurung hampir seluruh struktur bangunan, sehingga warga sekitar kesulitan menerobos masuk untuk melakukan pertolongan.
  • Pukul 03.00 Wib: Armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Mesuji tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan darurat.
  • Pukul 03.30 Wib: Api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Petugas yang menyisir puing-puing mendapati kedua korban sudah tidak bernyawa di dalam kamar bagian depan dalam kondisi mengenaskan.
  • Evakuasi Korban: Jenazah kedua korban langsung dievakuasi oleh kepolisian ke RSUD Ragab Begawe Caram untuk penanganan medis lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Desa Budi Aji.

Dalam penyelidikan ini, pihak Kepolisian menaruh perhatian khusus pada fakta bahwa kedua korban ditinggalkan seorang diri di dalam rumah saat kebakaran terjadi.

Hasil pemeriksaan awal mengungkapkan bahwa ayah korban (IP) sedang berada di luar kota (Lampung Timur), sementara ibu korban berinisial NI diketahui telah meninggalkan rumah sejak Sabtu (29/8/2026) pukul 19.00 Wib dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Untuk mengusut tuntas unsur kelalaian maupun potensi penyebab lainnya, penyidik Sat Reskrim Polres Mesuji mengambil langkah-langkah hukum dengan memasang garis polisi (police line) di sekeliling area bangunan untuk menjaga keutuhan barang bukti fisik, menggali keterangan tambahan dari ketua RT setempat, tetangga sekitar, serta saksi-saksi yang mengetahui dinamika di lingkungan korban sebelum kejadian, dan melakukan penelusuran guna mengamankan keterangan dari ibu korban (NI) serta berkoordinasi dengan ayah korban.

“Penyebab utama kebakaran masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh Sat Reskrim Polres Mesuji. Kami terus berkoordinasi dengan aparat Desa dan warga setempat guna mengumpulkan petunjuk-petunjuk baru di lapangan,” tutup Kompol Ery Hafri. (Sandi Putra/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!