Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, DPR RI Gelar Rapat Koordinasi dengan Badan Gizi Nasional

JAKARTA, studio2news – Komitmen DPR RI dalam mengawal kebijakan strategis nasional kembali ditegaskan melalui rapat koordinasi intensif bersama jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Rapat ini dipimpin langsung oleh anggota DPR RI dan dihadiri oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, beserta Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, dan Mayjen TNI (Purn.) Trenggono. Fokus utama pertemuan adalah membedah kesiapan operasional serta tantangan dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintah.

Dalam pemaparannya, Kepala BGN, Nanik S. Deyang menjelaskan bahwa program MBG bukan sekadar penyediaan konsumsi harian, melainkan instrumen lintas sektor yang dirancang untuk mencapai tiga tujuan fundamental bagi masa depan bangsa.

Dijelaskan Nanik, ketiga tujuan tersebut meliputi, Program ini difokuskan sebagai langkah preventif untuk menekan angka stunting, mengatasi masalah malnutrisi, serta memastikan optimalisasi tumbuh kembang anak-anak Indonesia sejak dini, Dengan terpenuhinya asupan nutrisi yang layak, diharapkan anak-anak dapat belajar dengan kondisi fisik dan mental yang prima. Perut yang kenyang dan gizi yang tercukupi menjadi kunci utama agar siswa lebih fokus, cerdas, dan mampu meningkatkan prestasi di sekolah dan MBG dirancang untuk memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal. Program ini mengedepankan pemberdayaan UMKM, petani, peternak, serta nelayan lokal sebagai penyedia utama bahan baku. Hal ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa lembaganya, sesuai dengan fungsi pengawasan dan legislasi, akan terus memberikan pendampingan penuh agar program ini berjalan tepat sasaran.

“DPR RI berkomitmen untuk terus mengawasi dan melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa program yang pro-rakyat ini dapat berjalan secara akuntabel, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dasco.

Dasco menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antarinstitusi dan pengawasan yang ketat di lapangan. Pihaknya berjanji akan terus menyoroti setiap tahapan implementasi agar tidak terjadi kendala teknis yang merugikan masyarakat, sehingga target Indonesia Emas melalui pemenuhan gizi generasi muda dapat tercapai dengan sukses. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!