JAKARTA, studio2news – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan kehormatan Atase Pertahanan Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Brigadier General Ahmed Saad Alzahrani, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban ini menjadi momentum penting dalam upaya kedua negara untuk terus mempererat hubungan bilateral, khususnya dalam spektrum kerja sama pertahanan yang semakin dinamis.
Dalam dialog konstruktif yang terjalin, kedua belah pihak membahas berbagai isu strategis terkait keamanan global dan regional. Pertemuan ini mencerminkan kedalaman hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi yang telah lama terjalin kokoh, dibangun di atas fondasi rasa saling percaya (mutual trust), semangat persahabatan, serta kesamaan visi dalam menjaga kepentingan nasional masing-masing.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kolaborasi dengan Arab Saudi merupakan prioritas yang sangat berharga. “Hubungan kita dengan Arab Saudi bukan sekadar kemitraan biasa, melainkan hubungan strategis yang didasarkan pada rasa saling menghormati dan visi bersama untuk menciptakan stabilitas di kawasan,” ujar perwakilan pihak Kemhan dalam keterangannya.
Dalam pertemuan tersebut, baik Menhan Sjafrie maupun Brigadier General Ahmed Saad Alzahrani menegaskan kembali komitmen untuk memperluas cakupan kerja sama. Beberapa poin utama yang menjadi fokus diskusi meliputi:
- Peningkatan Kapasitas Pertahanan: Penjajakan peluang kolaborasi dalam pengembangan industri pertahanan dan pertukaran teknologi militer.
- Pendidikan dan Pelatihan: Penguatan kerja sama di bidang pendidikan militer serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program latihan bersama.
- Stabilitas Regional: Sinergi dalam menghadapi tantangan keamanan global guna mendukung perdamaian dan stabilitas di kawasan yang lebih luas.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus membuka saluran komunikasi intensif guna merealisasikan berbagai rencana kerja sama yang telah dibahas. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif, tidak hanya bagi pertahanan kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas keamanan internasional di masa mendatang. (Red).













