Bandar Lampung – Pelaku pencurian biasanya menyasar barang berharga yang mudah dikantongi. Namun, tiga pria di Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, tampaknya memiliki definisi berbeda mengenai “barang berharga” atau mungkin mereka hanya sangat tidak tahan dengan cuaca tropis Lampung yang panas saat ini.
Dua dari tiga pelaku, RU (23) dan R (24), sukses diringkus oleh Unit URC Reskrim Polsek Tanjung Karang Timur pada Selasa (18/8). Sayangnya bagi mereka, aksi pendinginan ruangan secara ilegal ini gagal berbuah kenyamanan, melainkan ancaman dinginnya jeruji besi.
Aksi nekat ini baru disadari oleh pihak restoran pada Jumat (7/8) pagi. Seorang karyawan yang hendak memulai aktivitas kerja mendapati dinding samping bangunan terasa sepi dan hampa: satu unit outdoor AC merek Aqua 1 PK lenyap tanpa jejak. Pihak restoran ditaksir mengalami kerugian finansial sekitar Rp3 juta.
Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kompol Toni Apriadi, mengonfirmasi penangkapan para pelaku yang berawal dari kejelian warga sekitar.
“Setelah menerima laporan, anggota langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan. Dari saksi-saksi, terungkap ada tiga pria yang terlihat memboyong outdoor AC tersebut,” ujar Toni.
Penyelidikan intensif berujung pada penyergapan RU dan R pada pertengahan Agustus. Namun, perburuan belum sepenuhnya usai. Pelaku ketiga berinisial S berhasil meloloskan diri dan kini menyandang status Daftar Pencarian Orang (DPO). Tampaknya S memilih terus berlari menghasilkan keringat ketimbang menikmati hasil curian.
Uniknya, barang bukti yang diamankan Polisi dari tangan kedua pelaku bukanlah unit AC yang sudah terlanjur melayang, melainkan kostum “kece” yang mereka gunakan saat mengeksekusi aksi tersebut yakni sjaket hitam motif bunga-bunga (agar tampil manis saat beraksi), satu kaos hitam, satu celana jeans biru, san celana jeans putih
Kini, RU dan R resmi mendekam di Mapolsek Tanjung Karang Timur. Romantisme trio pencuri AC ini terpaksa bubar, dan keduanya harus bersiap menghadapi ancaman Pasal 477 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Pelajaran moralnya: jika butuh udara segar, perbanyaklah bertobat, bukan mengutil kompresor pendingin milik orang lain. ( Sandi Putra/Red)













