LAMPUNG UTARA, Studio2News — Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tahun 2026 di Halaman Kantor Pemkab Lampung Utara, Jumat (18/9/2026).
Upacara khidmat ini mengusung tema nasional “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!” sebagai momentum transformasi besar dalam membudayakan olahraga di tengah masyarakat.
Bertindak selaku pembina upacara, Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, membacakan amanat resmi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Eric Tohir. Turut hadir mendampingi jajaran pimpinan daerah, di antaranya Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Sekretaris Daerah Intji Indriati, Kapolres AKBP Raswidiati Anggraini, jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Dispora Perdana Putra, Ketua KONI Ansyori Sabak, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Lampung Utara.
Dalam amanat Menpora yang disampaikan oleh Wakil Bupati Romli, ditegaskan bahwa olahraga bukan sekadar biaya, melainkan sebuah bentuk investasi jangka panjang bagi bangsa.
“Investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh, membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang, sekaligus berinvestasi pada kesehatan masyarakat agar semakin bugar, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Romli membacakan pesan Menpora.
Lebih lanjut, Menpora memaparkan lima arah kebijakan utama dalam menggerakkan pembangunan olahraga nasional yakni:
1. Menjadikan olahraga sebagai bagian integral dari pembangunan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia, bukan sekadar mengobati yang sakit.
2. Pemerintah daerah wajib memastikan tersedianya ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki, jalur sepeda, serta program yang inklusif dan terjangkau.
3. Membudayakan olahraga di sekolah, tempat kerja, desa, kelurahan, hingga keluarga, serta memaksimalkan ruang Car Free Day.
4. Mengukur keberhasilan bukan dari banyaknya event semata, melainkan dari peningkatan jumlah warga yang aktif berolahraga dan tingkat kebugaran masyarakat.
5. Memastikan seluruh lapisan masyarakat—mulai dari anak-anak, pemuda, perempuan, lansia, hingga penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak.
Rangkaian transformasi ini diarahkan untuk bergerak berjenjang: dari pasif menjadi aktif, dari aktif menjadi bugar, dari bugar menjadi produktif, hingga akhirnya melahirkan Indonesia yang semakin kuat. Prestasi atlet juara juga diyakini akan lahir secara alami dari ekosistem masyarakat yang gemar berolahraga.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Lampung Utara, Ansyori Sabak, dalam sambutannya membakar semangat peserta upacara melalui kilas balik sejarah perjuangan olahraga nasional. Ia mengingatkan kembali momen ketika para pendiri bangsa di tengah keterbatasan dan blokade politik dunia tetap memilih lapangan olahraga sebagai panggung diplomasi lewat ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) I di Solo pada 9–12 September 1948.
“Bagi pejuang masa itu, PON I bukan sekadar mencari siapa yang tercepat atau terkuat, melainkan pernyataan sikap politik bahwa Indonesia ada, berdaulat, dan bersatu padu di bawah panji olahraga,” tegas Ansyori.
Memasuki era modern, tantangan tersebut bergeser menjadi upaya membumikan olahraga sebagai kebiasaan hidup sehari-hari. Melalui momentum Haornas 2026, KONI Lampung Utara mengajak seluruh elemen daerah untuk melakukan tiga pergeseran besar yakni,
1. Olahraga dipandang sebagai menu harian yang menyehatkan jiwa dan raga.
2. Menjadikan kesehatan jutaan warga sebagai fondasi utama kemajuan daerah.
3. Menjadikan olahraga sebagai gaya hidup yang mendarah daging di setiap keluarga.
Peringatan Haornas 2026 di Lampung Utara ini ditutup dengan ajakan kolosal kepada seluruh pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas, hingga tingkat keluarga untuk bersama-sama bergerak aktif. Karena pada akhirnya, masyarakat yang bugar tidak lahir dari satu instansi saja, melainkan dibangun oleh seluruh elemen bangsa. (Red).













