Pasutri dan Anak Sindikat Bobol ATM Minimarket

Studio2News – Aksi kejahatan jalanan kembali mencatatkan kisah antiklimaks. Niat satu keluarga di Jakarta Barat untuk meraup uang tunai dari mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berujung pada kegagalan total hanya karena kehabisan pasokan gas oksigen untuk las.

Komplotan yang melibatkan hubungan darah dan pernikahan ini menyasar sebuah minimarket di kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. Berdasarkan keterangan dari Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi, sindikat tersebut terdiri atas tiga orang yang masing-masing berstatus sebagai bapak tiri berinisial RH, ibu kandung berinisial D, serta sang anak berinisial H.

Dalam menjalankan aksinya, ketiganya membagi tugas secara terstruktur. Sang bapak tiri (RH) dan anak (H) bertindak sebagai eksekutor yang menyusup ke dalam minimarket dengan membawa seperangkat peralatan las demi menjebol brankas mesin ATM. Sementara itu, sang ibu (D) berjaga di luar untuk memantau situasi dan mengawasi keadaan sekitar.

Namun, rencana matang tersebut kandas di tengah jalan. Ketika proses pengelasan bodi mesin ATM tengah berlangsung, tabung gas oksigen yang mereka gunakan tiba-tiba habis. Gagal membobol brankas uang, para pelaku yang terlanjur basah akhirnya mengalihkan sasaran dengan mencuri sejumlah bungkus rokok di dalam minimarket tersebut.

Penyelidikan polisi juga mengungkap fakta unik terkait strategi penyamaran para pelaku. Salah satu tersangka kedapatan mengenakan pakaian yang menyerupai seragam resmi karyawan minimarket. Pakaian tersebut sengaja dibeli secara daring untuk mengelabui warga sekitar sekaligus mengecoh pantauan kamera pengawas (CCTV).

Kendati demikian, pelarian komplotan keluarga ini mulai terendus aparat penegak hukum. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah meringkus dua orang pelaku, yakni H dan D. Sementara sang bapak tiri berinisial RH berhasil melarikan diri dan kini telah ditetapkan sebagai buronan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Aparat kepolisian mendapati dugaan kuat bahwa motif di balik aksi nekat ini dilandasi oleh himpitan faktor ekonomi, di mana sang suami mengajak istri dan anak tirinya untuk ikut terjun ke dalam lingkaran kriminal. Polisi bahkan menilai bahwa kejahatan serupa berpotensi besar pernah dilakukan sebelumnya oleh RH melihat kecakapan dan keberanian mereka menggunakan peralatan khusus.

Guna melengkapi berkas penyidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa baju merah marun, pakaian mirip seragam minimarket, satu unit ponsel, dan sebuah tong sampah. Sementara itu, barang bukti utama berupa peralatan las yang digunakan untuk beraksi sempat dibuang para pelaku ke Kali Angke, dan hingga kini tim Resmob masih berupaya melakukan pencarian di dasar sungai. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!