Bandar Lampung – Di antara deru mesin kendaraan dan hiruk-pikuk aktivitas di Jalan Cut Nyak Dien, Palapa, Bandar Lampung, ada aroma lain yang mengalahkan pekatnya wangi biji kopi yang baru digiling. Sejak Senin 22 Juni 2026 aroma itu mewujud menjadi kehangatan yang merangkul siapa saja yang singgah ‘aroma kepedulian’.
Manajemen Ri’is Kitchen & Coffee resmi membuka lembaran baru dalam perjalanan bisnis mereka. Bukan dengan meluncurkan menu premium atau promo komersial, melainkan dengan membuka Rumah Makan Gratis. Suatu langkah berani yang mengubah kedai kopi modern menjadi oasis bagi kemanusiaan.
Program sosial ini dirancang dengan matang dan konsisten. Setiap hari Senin hingga Kamis, pukul 11.30 hingga 13.00 Wib, pintu kedai terbuka lebar untuk menyajikan makan siang gratis. Tidak berhenti di situ, setiap hari Jumat, manajemen dan karyawan akan turun ke jalan, membagikan paket “Jumat Barokah” secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Saat ditanya siapa yang berhak datang, jawabannya sederhana namun menggetarkan Semua orang.
Mulai dari kaum duafa, pekerja jalanan, pengendara yang kebetulan melintas, hingga warga umum yang sengaja datang ke kedai yang beralamat di Jl. Cut Nyak Dien No. 62 ini. Semua disambut dengan derajat dan senyuman yang sama.
“Kami hanya mengharapkan imbalan doa saja dari mereka yang makan di tempat kami secara terus-menerus,” ujar Rini, pengelola manajemen Ri’is Kitchen & Coffee, dengan mata yang berbinar tulus.
Bagi ibu tiga anak ini, bisnis kuliner telah melampaui hitung-hitungan matematis tentang untung dan rugi. Rini mendefinisikan ulang kata “Terima Kasih” menjadi sebuah konsep spiritual yang mendalam.
“Ketika saya terima atau mendapatkan rezeki, berarti saya harus kasih atau bagikan lagi rezeki tersebut ke sesama. Itu adalah salah satu cara membuat ladang rezeki yang lebih besar,” tuturnya dengan suara yang barangkali bergetar menahan haru, namun sarat akan keyakinan.
Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, keputusan Rini adalah sebuah oase sekaligus refleksi tajam bagi kita semua. Dengan jujur dan rendah hati, ia mengaku bahwa dirinya bukanlah seorang konglomerat yang bergelimang kemewahan materi. Namun, ia menggenggam satu prinsip yang tak tergoyahkan bersedekah tidak akan pernah membuat seseorang jatuh miskin.
Bagi Ri’is Kitchen & Coffee, setiap manusia yang datang adalah cerminan dari diri mereka sendiri. Mereka percaya pada hukum tabur-tuai semesta bahwa kebaikan yang ditanam hari ini akan kembali dalam bentuk keberkahan yang tak terduga di hari esok.
Langkah awal yang dinisiasi di Jalan Cut Nyak Dien ini diharapkan tidak menjadi riak kecil yang meredup. Rini dan manajemennya memiliki visi besar yang visioner: mereka bermimpi untuk mendirikan titik-titik rumah makan gratis lainnya di berbagai sudut Kota Bandar Lampung. Mereka ingin memastikan bahwa tidak ada lagi warga yang harus menahan lapar di tengah kerasnya kehidupan kota.
Ri’is Kitchen & Coffee telah memberikan pelajaran berharga bagi dunia bisnis dan kemanusiaan. Mereka membuktikan bahwa bisnis terbaik tidak hanya piawai memanjakan lidah, tetapi juga memiliki “hati” yang mampu menyembuhkan dan menghangatkan jiwa-jiwa yang lelah.
Jika Anda sedang berada di Bandar Lampung, singgahlah. Bukan sekadar untuk menikmati secangkir kopi, tetapi untuk menyaksikan bagaimana suatu kepedulian nyata sedang merajut senyum di wajah sesama. (Sandi Putra / Red)













