Ketua IDI Lampung Utara Imbau Masyarakat Antisipasi 6 Penyakit Ini Dimusim Kemarau

Lampung Utara- Kondisi cuaca panas menyengat dan terik matahari yang melanda selama musim kemarau ini tak hanya memicu kekeringan, tetapi juga mengintai kesehatan masyarakat. Perubahan suhu yang drastis, kelembapan udara yang rendah, serta debu yang bertebaran di jalanan menjadi pemicu utama munculnya berbagai gangguan kesehatan.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lampung Utara, dr. Dian Mauli mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak dari cuaca ekstrem ini. Menurutnya, paparan panas dan kualitas lingkungan yang menurun selama kemarau berpotensi melumpuhkan produktivitas jika tidak diantisipasi dengan baik.

  1. Dian Mauli memaparkan beberapa penyakit umum yang paling sering mengancam masyarakat saat musim kering:
  • Dehidrasi: Tubuh kehilangan banyak cairan akibat penguapan dan keringat berlebih saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Heatstroke: Kondisi darurat medis ketika suhu tubuh melonjak drastis hingga di atas 40°C akibat terpapar panas matahari terlalu lama tanpa perlindungan.
  • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Udara kering yang tercemar debu jalanan memicu iritasi saluran pernapasan, menyebabkan batuk, pilek, hingga radang tenggorokan.
  • Sakit Mata (Konjungtivitis): Mata menjadi merah, perih, dan kering akibat terpapar langsung oleh debu serta polusi udara.
  • Penyakit Kulit: Penurunan kualitas air dan udara panas menyebabkan kulit menjadi kering, bersisik, meradang (dermatitis atopik/eksim), hingga gatal-gatal.
  • Diare: Keterbatasan air bersih dan makanan yang terkontaminasi debu atau lalat meningkatkan risiko gangguan pencernaan.

Untuk mengantisipasi paparan penyakit tersebut, dr. Dian Mauli mengimbau masyarakat untuk secara disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan praktis berikut:

  1. Proteksi Diri saat Keluar Rumah
  • Gunakan Masker Medis atau Respirator: Penting untuk menyaring debu halus, partikel polusi, dan kuman di udara agar tidak masuk ke saluran pernapasan saat beraktivitas di jalan raya.
  • Pakai Lotion / Pelembab Kulit dan Sunscreen: Oleskan pelembab (lotion) secara rutin untuk mencegah kulit bersisik dan iritasi. Gunakan sunscreen (tabir surya) dengan SPF yang memadai untuk melindungi kulit dari sengatan sinar UV.
  1. Menjaga Hidrasi dan Nutrisi Tubuh
  • Cukupi Kebutuhan Air Minum: Consumsi air putih minimal 2—2,5 liter per hari tanpa menunggu rasa haus datang guna menghindari dehidrasi dan heatstroke.
  • Perbanyak Buah dan Sayur: Pilih makanan berair dan kaya vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.

3. Menjaga Kebersihan Diri dan Makanan

  • Menjaga Kebersihan Air dan Makanan: Pastikan air yang digunakan untuk memasak dan minum benar-benar higienis dan dimasak hingga mendidih. Tutup rapat makanan agar tidak tercemar debu.
  • Rutin Mencuci Tangan: Pakai sabun dan air mengalir sebelum makan serta setelah beraktivitas di luar untuk mencegah diare dan infeksi bakteri.

4. Perlindungan Mata dan Keamanan Fisik

  • Gunakan Kacamata Pelindung: Pakai kacamata hitam atau pelindung saat berkendara/berjalan di tempat berdebu untuk mencegah iritasi mata.
  • Batasi Aktivitas di Luar pada Jam Terik: Hindari paparan langsung sinar matahari antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.

“Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Dengan menjaga kebersihan, terhidrasi dengan baik, serta menggunakan pelindung seperti masker dan pelembab kulit, kita dapat melintasi musim kemarau ini dengan tetap sehat dan produktif. Konsumsi vitamin imunitas tumbuh agar tetap terjada,”imbau dr. Dian Mauli. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!