Kendalikan Narkoba dari Balik Lapas, Jaringan Palembang–Jakarta–Bogor Digulung Bareskrim

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri  membongkar jaringan peredaran narkotika lintas wilayah yang meliputi Palembang, Jakarta, dan Bogor. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan tiga orang tersangka, dimana salah satunya merupakan seorang warga binaan yang diduga kuat mengendalikan jaringan ini dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

Kasus ini terungkap berkat sinergi dan kolaborasi antara Polri dan pihak Bea Cukai yang mengidentifikasi adanya paket mencurigakan dari Palembang menuju Bogor. Paket tersebut disamarkan oleh para pelaku di dalam sebuah perangkat pengeras suara (speaker).

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan 405,06 gram narkotika jenis sabu dan 97 butir pil ekstasi.

Berbekal temuan tersebut, penyidik Bareskrim Polri melakukan strategi controlled delivery (penyerahan di bawah pengawasan) hingga berhasil meringkus kurir penerima barang di wilayah Bogor.

Pengembangan penyidikan kemudian mengarah pada keterlibatan seorang narapidana. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso  mengonfirmasi bahwa pengendali jaringan tersebut berada di dalam jeruji besi.

“Tim kembali melakukan penyelidikan dan didapatkan profil Dony bahwa yang dimaksud adalah Abdul Latif, yaitu warga binaan Lapas Kelas II Purwakarta. Kemudian tim berkoordinasi dengan pihak Lapas Kelas II Purwakarta untuk mengamankan warga binaan atas nama Abdul Latif beserta barang buktinya yaitu ponsel milik yang bersangkutan untuk ditempatkan di sel khusus (selti),” ujar Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso dalam keterangan tertulisnya kemarin

Dari hasil pengembangan di sejumlah lokasi terkait, polisi berhasil menyita barang bukti tambahan berupa 310 gram sabu dan lebih dari 11.000 butir ekstasi berbagai merek. Dengan digagalkannya peredaran ini, Polri mengklaim telah berhasil menyelamatkan sedikitnya 2.129 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Hingga saat ini, Bareskrim Polri masih melakukan pengejaran intensif terhadap bandar besar yang diduga bertindak sebagai pemasok utama atas pasokan barang haram di jaringan ini. Langkah tegas ini sejalan dengan komitmen Polri Presisi dalam memberantas pelanggaran hukum secara tuntas demi melindungi masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!