Kemitraan Pertahanan Indonesia-Prancis Makin Solid Lewat Latma PEGASE 2026

Jakarta- Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau secara langsung pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) PEGASE 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pekan lalu. Peninjauan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas operasional, profesionalisme prajurit, serta percepatan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara melalui diplomasi dan kerja sama pertahanan internasional.

Latma PEGASE 2026 yang melibatkan TNI AU dan angkatan udara Prancis, Armée de l’Air et de l’Espace, dirancang untuk menguji sekaligus meningkatkan interoperabilitas kedua belah pihak dalam merespons berbagai skenario operasi udara kompleks. Latihan ini juga menjadi tolok ukur kesiapan tempur dan efektivitas taktis para penerbang serta personel pendukung.

Dalam pengarahannya, Menhan Sjafrie menekankan bahwa agenda tahunan ini merupakan bukti konkret dari kemitraan strategis pertahanan Indonesia dan Prancis yang kian solid.

“Melalui latihan bersama ini, TNI AU tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis dan interoperabilitas antar-angkatan udara, tetapi juga memperkuat postur pertahanan Nasional serta menegaskan peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik,” tegas Menhan.

Kerja sama ini diharapkan dapat terus memperluas transfer pengetahuan teknologi penerbangan militer sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara di sektor pertahanan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!