Jeritan Hati YTR “Aku Mau Dia Di Hukum Mati” Dari Akhir Pelarian Taufik Hidayat

Jawa Barat- Hubungan asmara yang sejatinya menjadi tempat bernaung paling aman dan penuh kehangatan, justru berubah menjadi neraka jahanam bagi YTR (29). Di atas ranjang perawatan intensif RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, wanita asal Rancaekek ini hanya bisa terbaring lemah. Tubuh ringkihnya dipenuhi luka berat. suatu kesaksian bisu dari kekejaman tanpa batas yang dilakukan oleh pria yang sempat ia percayai sebagai kekasihnya, Taufik Hidayat (30).

Melalui untaian pengakuan yang menyayat hati, YTR membuka tabir penderitaan yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat di balik pintu yang terkunci.

Kisah pilu ini bermula dari perubahan tabiat Taufik yang kian hari kian mengkhawatirkan. Menurut penuturan korban, hari-hari yang ia lalui bersama warga Nagreg tersebut perlahan menjelma menjadi untaian ketakutan. Hampir setiap hari.

Pertengkaran demi pertengkaran tanpa ujung menjadi makanan sehari-hari. YTR dipaksa menelan kepahitan, menghadapi amarah meledak-ledak dari pria yang selalu berdalih di bawah kendali minuman keras. Namun, apa yang terjadi selanjutnya benar-benar melampaui batas kemanusiaan.

Malam jahanam itu menjadi puncak dari segala kebiadaban Taufik. Tanpa belas kasihan, Taufik mengunci rapat seluruh ruang gerak YTR. Wanita malang itu disekap, diputus hubungannya dari dunia luar, dan dijadikan pelampiasan amarah yang membabi buta.

Dalam kondisi tak berdaya dan terkurung, tubuh YTR dihujani kekerasan fisik yang begitu keji. Setiap pukulan dan siksaan yang mendarat di tubuhnya menyisakan trauma mendalam. Pihak Kepolisian bahkan geleng-geleng kepala dan mengecam tindakan Taufik sebagai aksi yang sangat tidak wajar serta teramat sadis untuk ukuran sepasang kekasih. Saat akhirnya ditemukan, kondisi YTR sudah sangat memprihatinkan hingga harus dilarikan ke ruang ICU dan parahnya YTR mengalami kebutaan yang permanen.

“Disaat aku disiksa, aku hanya mendengar suara saja dan aku hanya menyadari kalau aku lagi disiksanya. Aku tidak bisa kemana-kemana, dia kerja deb colektor jadi misalkan dia pergi Aku  disuruh dia tidur. Aku sering dihukum dia, pertama mata dulu yang dihukum dia, terus telinga,  terus kaki dan terus kalau makan sehari satu kali itu juga makan sendiri. Aku  jarang mandi, Aku tidak bisa lihat. Aku hanya mau pelakunya dihukum mati biar tahu rasanya hukuman,”lirih YTR dengan harapannya kepada penegak hukum

Ironisnya, usai melancarkan aksi biadab yang membuat kekasihnya sekarat, keberanian Taufik mendadak menguap. Layaknya seorang pengecut, ia memilih kabur demi membasuh darah di tangannya dan menghindari jerat hukum. Ia sempat memacu langkah jauh hingga ke Tangerang, berharap bisingnya kota satelit itu bisa meredam rasa bersalahnya.

Namun, kejahatan tidak pernah memberi ketenangan. Dihantui rasa tidak aman dan kebingungan, Taufik kembali ke Jawa Barat dan bersembunyi di rumah kerabatnya di Perumahan Griya Pesona, Majalaya. Ia mengira pelukan hangat keluarga bisa melindunginya dari dinginnya jeruji besi.

Langkah pelariannya terhenti total pada Selasa pagi (23/6). Setelah mengepung area persembunyiannya, aparat Kepolisian Polda Jabar langsung melakukan penyergapan cepat. Taufik tak berkutik, pelarian egoisnya resmi berakhir hari itu.

Kini, Taufik hanya bisa tertunduk lesu di Mapolda Jawa Barat. Di depan penyidik, ia mengakui semua perbuatan biadabnya dan mengekspresikan penyesalan suatu sikap yang terasa sangat terlambat dan tidak sebanding dengan hancurnya fisik serta psikologis YTR. Lagi-lagi, ia menggunakan alasan klasik: di bawah pengaruh alkohol. Padahal, hasil tes menunjukkan ia negatif narkoba.

Mengingat tingkat kekejamannya yang di luar akal sehat, polisi menjebloskan Taufik ke dalam sel khusus yang diawasi ketat oleh kamera CCTV selama 24 jam penuh. Tak hanya pidana biasa, polisi juga akan melibatkan ahli kejiwaan untuk memeriksa isi kepala pelaku yang tega berbuat sesadis itu.

Tragedi yang menimpa YTR adalah alarm keras yang menyisakan keprihatinan mendalam sekaligus kekesalan yang membuncah. Cinta seharusnya melindungi, bukan menghabisi. Kini, masyarakat hanya bisa berharap keadilan ditegakkan seadil-adilnya bagi Taufik, sementara doa-doa terbaik terus mengalir untuk kesembuhan fisik dan jiwa YTR. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!