LAMPUNG UTARA, Studio2News – Komitmen mendalam untuk meratakan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pelosok terus dibuktikan oleh jajaran fasilitas kesehatan di Kabupaten Lampung Utara. UPTD Puskesmas Rawat Inap Tatakarya secara konsisten menggeber program jemput bola pelayanan kesehatan gratis melalui inisiatif unggulan Puskesmas Mider.
Kali ini, gerak cepat tim kesehatan menyambangi warga di Desa Karya Sakti, Kecamatan Abung Surakarta, Jumat (28/8/2026). Kehadiran tenaga medis di balai desa maupun titik kumpul warga ini disambut antusias tinggi oleh masyarakat setempat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi fisik mereka tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Tercatat sebanyak 40 orang warga mendatangi posko pelayanan kesehatan gratis tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan oleh tim medis, spektrum penyakit yang dikeluhkan warga didominasi oleh masalah kesehatan harian hingga penyakit kronis, meliputi hipertensi (tekanan darah tinggi), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Diabetes Mellitus (DM), serta kasus diare.
Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Tatakarya, Siti Nurbaiduri, S.Tr.Keb., menegaskan bahwa program jemput bola ini merupakan wujud nyata kehadiran pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata hingga ke tingkat desa. Menurutnya, pendekatan proaktif sangat dibutuhkan untuk mendeteksi secara dini berbagai keluhan warga sebelum berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih parah.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di Desa Karya Sakti merasakan kehadiran layanan kesehatan negara secara nyata. Melalui program Puskesmas Mider ini, jarak dan keterbatasan akses bukan lagi halangan bagi warga untuk mendapatkan pemeriksaan medis, konsultasi, dan pengobatan secara cuma-cuma,” ujar Siti Nurbaiduri di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, dokter penanggung jawab pelayanan, dr. I Wayan Mardi, menyoroti pentingnya edukasi preventif di tengah masyarakat pedesaan, terutama dalam menghadapi tren penyakit seperti hipertensi, DM, dan ISPA yang kerap dipicu oleh faktor kelelahan aktivitas harian maupun perubahan cuaca.
“Antusiasme warga Desa Karya Sakti hari ini sangat luar biasa dengan 40 pasien yang dilayani. Kasus seperti hipertensi dan Diabetes Mellitus memerlukan kontrol rutin agar tidak memicu komplikasi, sementara ISPA dan diare erat kaitannya dengan kondisi lingkungan serta pola hidup bersih. Melalui kunjungan langsung ini, kami tidak hanya memberikan obat, tetapi juga mengedukasi warga agar lebih peduli terhadap kesehatan jangka panjang mereka,” jelas dr. I Wayan Mardi.
Konsistensi yang ditunjukkan oleh UPTD Puskesmas Rawat Inap Tatakarya ini memperkuat fondasi pelayanan kesehatan dasar di Lampung Utara. Dengan mendatangi langsung denyut kehidupan di desa-desa, program Puskesmas Mider berhasil meruntuhkan sekat-sekat pemisah antara fasilitas kesehatan dan masyarakat akar rumput. (Red).













