Bandar Lampung- Pemandangan menarik nan menggelitik terjadi di bumi Lampung pada Jumat (9/10/2026) kemarin. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, rela menempuh perjalanan jauh dari pusat kekuasaan di Jakarta untuk turun langsung mendampingi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakoni inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU lokal.
Sidak tersebut berhasil mengupas tuntas realita di lapangan yang selama ini luput dari pengawasan rutin lokal. Dari fenomena ‘koleksi’ screenshot QR Code MyPertamina dalam satu ponsel, antrean kendaraan yang memakan waktu hingga 20 menit per unit, keterbatasan jumlah operator SPBU, hingga fakta mengejutkan bahwa 91 SPBU di Lampung telah mengantongi surat teguran.
Langkah yang diambil jajaran DPR RI dan Gubernur ini membawa pesan tersirat yang cukup menohok:
- Pelajaran Peka Bagi ‘Tetangga Dekat’: Kehadiran legislator tingkat nasional yang melompati sekian lapis batas administratif untuk mengecek antrean solar ini secara tidak langsung menjadi cermin besar. Ini adalah contoh konkret bentuk kepekaan terhadap jeritan rakyatnya.
- Transformasi Pengawasan Digital: Temuan soal kelonggaran verifikasi QR Code menegaskan bahwa sistem pengawasan BBM bersubsidi tidak boleh hanya canggih di atas kertas. Kehadiran wakil rakyat di lapangan membuktikan pentingnya menyelaraskan kebijakan teknologis di pusat dengan fakta operasional di celah-celah pompa bensin.
- Respon Proaktif Sebelum Krisis: Langkah melobi BPH Migas terkait kuota yang sudah tersedot 80 persen menjelang momentum Natal dan Tahun Baru menunjukkan pola kerja antisipatif, bukan sekadar pemadam kebakaran saat krisis bahan bakar sudah benar-benar meledak.
Aksi sidak lintas tingkat ini pada akhirnya menyuguhkan standar baru tentang arti kelapangan hati untuk mendengar dan melihat langsung. Semoga dinamika ini menjadi bahan refleksi yang elegan bagi para wakil rakyat di tingkat daerah untuk lebih rajin menyapa konstituennya sendiri, tanpa harus menunggu ‘inspektur’ dari Senayan turun gunung. (Red)













