Istana di Balik Jeruji, Narapidana Seumur Hidup Ferdy Sambo Diduga Nikmati Fasilitas “Apartemen” dan Alphard di Lapas Cibinong

Oplus_131072

Studio2News – Keadilan di negeri ini kembali menuai ujian berat. Di saat masyarakat awam harus mendekam di sel sempit penuh sesak tanpa kompromi, narapidana seumur hidup kasus pembunuhan berencana, Ferdy Sambo, justru diduga menikmati kemewahan bak tinggal di hunian pribadi eksklusif.

Dilansir Tribun-Medan.com, Fakta mencengangkan ini terkuak setelah Ombudsman Republik Indonesia (ORI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas Kelas IIA Cibinong pada Rabu (23/9/2026).

Sebelum berhasil masuk, tim Ombudsman bahkan sempat dihadang oleh pihak pengelola lapas, sebuah indikasi kuat adanya hal yang sengaja disembunyikan rapat-rapat dari publik.

Di area belakang kompleks lapas, ditemukan lebih dari 10 bangunan atau kamar khusus. Hunian ini dilengkapi fasilitas rumah tangga yang sangat lengkap, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur pribadi yang jauh dari kata sel tahanan pada umumnya.

Tak hanya bangunan istimewa, tim Ombudsman juga memergoki sejumlah kendaraan mewah terparkir di kawasan lapas, salah satunya adalah sebuah Toyota Alphard.

Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, menyoroti adanya perlakuan berbeda, mulai dari penempatan kamar khusus hingga pengawalan ketat yang memicu tanda tanya besar soal integritas pengelola lapas.

Ferdy Sambo sendiri telah menghuni Lapas Kelas IIA Cibinong sejak Agustus 2023 setelah dipindahkan dari Lapas Salemba. Mantan Kadiv Propam Polri ini sebelumnya divonis penjara seumur hidup oleh Mahkamah Agung (MA) setelah kasasinya dikabulkan, menganulir vonis mati sebelumnya dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya sendiri, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Temuan mobil mewah serta bangunan mirip apartemen ini kini tengah didalami lebih lanjut oleh Ombudsman untuk memastikan siapa pemilik sebenarnya serta pihak yang bertanggung jawab atas fasilitas istimewa tersebut.

Kasus ini kembali menampar wajah penegakan hukum Indonesia, membuktikan bahwa jeruji besi tampaknya tidak selalu berlaku sama bagi kaum berpunya dan berkuasa.

“Ada apa kok kita dihalang-halangi? Artinya ada pembeda di sini,” tegas Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, menanggapi hambatan yang dialami timnya saat hendak membongkar borok pengelolaan Lapas Cibinong. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!