Gempa Tektonik Guncang  NTT dan Aceh Minggu 4 Oktober 2026

Jakarta-  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis laporan resmi terkait performa aktivitas tektonik yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Minggu (4/10/2026). Rangkaian gempa bumi signifikan terpantau mendominasi wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Aceh dengan skala magnitudo menengah, disusul guncangan berskala sedang di pesisir selatan Jawa Barat.

  1. Gempa Dangkal M 6,1 di Sumba Barat Daya, NTT

Kejadian utama tercatat pada pukul 05.55:52 WIB di kawasan Nusa Tenggara Timur. Hasil analisis parameter awal BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo M 6,1 yang kemudian dimutakhirkan menjadi M 5,9.

  • Episentrum: Wilayah laut, berjarak 14 km arah Barat Daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.
  • Kedalaman Hiposentrum: 10 km (kategori gempa dangkal).
  • Intensitas Guncangan: Dirasakan kuat di Manggarai Barat pada skala IV–V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk), Sumba Timur pada skala IV MMI, serta wilayah Manggarai pada skala III–IV MMI.
  • Potensi Tsunami: Hasil pemodelan matematis mengonfirmasi gempa ini tidak berpotensi tsunami.
  1. Aktivitas Tektonik M 5,9 di Calang, Aceh Jaya

Selang kurung waktu kurang dari satu jam, aktivitas tektonik signifikan kembali melanda pesisir barat Sumatra pada pukul 06.37:33 WIB. Parameter mutakhir BMKG mencatat kekuatan guncangan berada pada M 5,9 (pembacaan awal M 5,6).

  • Episentrum: Wilayah laut, berjarak 79 km arah Barat Daya Calang, Kabupaten Aceh Jaya.
  • Kedalaman Hiposentrum: 26 km.
  • Intensitas Guncangan: Getaran terdistribusi merata hingga melingkupi 8 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, termasuk Kota Banda Aceh dan sekitarnya.
  • Potensi Tsunami: Pemodelan BMKG menunjukkan tidak ada risiko tsunami.

Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian gempa bumi yang terjadi pada hari ini dipicu oleh akumulasi deformasi batuan pada zona subduksi serta patahan aktif Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Kedalaman hiposentrum yang tergolong dangkal khususnya pada episentrum Sumba Barat Daya menjadi faktor utama tingginya energi guncangan (ground motion) yang dialami struktur permukaan.

Mengakses informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi BMKG yang terverifikasi dan tidak terpengaruh oleh isu atau spekulasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!