GAK Siaga (Level III), Pemkab Lampung Selatan Minta Warga Pesisir Waspada, Jangan Panik Hoaks Tsunami

LAMPUNG SELATAN, Studiio2News — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengimbau seluruh masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan penuh.

Imbauan ini dikeluarkan menyusul keputusan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang resmi menaikkan status Gunung Anak Krakatau (GAK) dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Jumat (9/10/2026) pukul 21.00 WIB.

Langkah cepat dan terukur ini diambil Pemkab Lampung Selatan demi menjamin keselamatan warga sekaligus membendung gelombang kepanikan akibat maraknya kabar burung yang belum terverifikasi.

Seiring naiknya status Gunung Anak Krakatau, PVMBG mengeluarkan rekomendasi ketat diantaranya, Masyarakat dan wisatawan dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi, Diterapkan radius steril 1 kilometer dari area pulau baru di sektor barat laut dan tenggara gunung api.

PVMBG mengingatkan bahaya laten dari peningkatan aktivitas vulkanik ini, mulai dari lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, hingga potensi erupsi sekunder akibat kontak panas antara lava dengan air laut atau air hujan.

Merespons perkembangan tersebut, jajaran Pemkab Lampung Selatan bergerak cepat memantau kondisi lapangan. Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan, Supriyanto, bersama Camat Rajabasa turun langsung menyisir kawasan pesisir pada Jumat (9/10) malam.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, Maturidi, menegaskan bahwa pihaknya terus bersiagakan bersama petugas pengamatan GAK dan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana).

“Masyarakat secara umum masih dapat beraktivitas seperti biasa, namun kami minta untuk tetap tenang, waspada, dan tidak terpancing isu-isu tak bertanggung jawab,” imbau Maturidi, Sabtu (10/10/2026).

Terkait ancaman kesehatan akibat sebaran abu vulkanik, Maturidi mengingatkan warga untuk segera menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan tak ragu berobat ke Puskesmas terdekat jika mengeluhkan gangguan pernapasan.

Sekda Lampung Selatan, Supriyanto, memastikan pemerintah daerah siap menyokong kebutuhan medis warga pesisir.

“Warga yang membutuhkan masker dapat segera berkoordinasi dengan Puskesmas di wilayah masing-masing untuk mendapatkan bantuan sesuai ketersediaan yang ada,” tegas Supriyanto.

Selain ancaman fisik erupsi, Pemkab Lampung Selatan dan PVMBG memberi perhatian serius terhadap potensi banjir hoaks yang kerap menunggangi situasi bencana.

Masyarakat pesisir di Lampung maupun Banten diimbau keras tidak memercayai kabar burung yang menyebut erupsi kali ini berpotensi memicu tsunami.

Pemkab meminta warga menahan diri dari menyebarkan rumusan berita yang memicu kepanikan massal dan menyarankan untuk selalu memantau informasi valid hanya dari kanal resmi dari Laporan berkala BPBD Kabupaten Lampung Selatan dan Rilis resmi PVMBG/Badan Geologi. (Wawan/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!