Bandar Lampung- Pantauan citra satelit pemantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merekam lonjakan aktivitas titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Lampung pada 17–18 September 2026. Berdasarkan data sebaran hotspot, terdeteksi sebanyak 129 titik panas yang tersebar di sembilan Kabupaten/kota.
Kabupaten Mesuji menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi, disusul oleh Kabupaten Tulang Bawang dan Way Kanan.
Dari total 129 titik panas yang terdeteksi oleh satelit pemantau (NASA-SNPP, NASA-NOAA20, dan NASA-MODIS), Kabupaten Mesuji mencatatkan angka terbanyak dengan 53 titik.
| Kabupaten / Kota | Jumlah Titik Panas (Hotspot) |
| Mesuji | 53 titik |
| Tulang Bawang | 26 titik |
| Way Kanan | 14 titik |
| Lampung Tengah | 12 titik |
| Tulang Bawang Barat | 11 titik |
| Lampung Timur | 6 titik |
| Lampung Selatan | 3 titik |
| Lampung Utara | 2 titik |
| Tanggamus | 2 titik |
Analisis tingkat kepercayaan (confidence level) menunjukkan bahwa mayoritas titik panas berada pada tingkat menengah (medium) dan tinggi (high), yang mengindikasikan potensi kuat adanya potensi kebakaran di permukaan:
- Tingkat Kepercayaan Tinggi (High): 16 titik
- Tingkat Kepercayaan Menengah (Medium): 81 titik
- Tingkat Kepercayaan Rendah (Low): 32 titik
Area dengan Konsentrasi Titik Panas Tertinggi:
- Kecamatan Mesuji Timur (Desa Talang Batu): Mencatatkan konsentrasi titik terbanyak, yaitu 30 titik panas yang beberapa di antaranya berstatus high confidence.
- Kecamatan Bandar Mataram (Desa Mataram Udik, Lampung Tengah): Terdeteksi 12 titik panas.
- Kecamatan Tanjung Raya (Desa Sriwijaya, Mesuji): Terdeteksi 10 titik panas.
- Kecamatan Pagar Dewa (Desa Pagar Dewa, Tulang Bawang Barat): Terdeteksi 10 titik panas.
Catatan Khusus Sektor Konservasi: Satelit juga mendeteksi titik panas di kawasan konservasi vital, yaitu Kawasan Taman Nasional Way Kambas (Lampung Timur) sebanyak 5 titik, serta wilayah pesisir/pulau seperti Tejang Pulau Sebesi (Raja Basa, Lampung Selatan).
Seiring ditemukannya titik panas dengan tingkat keandalan tinggi di sejumlah area vegetasi dan pemukiman/perkebunan, pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, dan Satgas Karhutla daerah diimbau untuk segera melakukan verifikasi lapangan (groundcheck) serta langkah pemadaman awal sebelum api meluas.
Masyarakat dan pelaku usaha sektor perkebunan diseru untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar guna mencegah timbulnya bencana asap yang meluas. (Red)













