Chef Asal Inggris di Temukan Tewas di Hotel Berbintang, Masuk Sendiri, Terkunci dari Dalam, dan Ditemukan Obat-obatan

BANDAR LAMPUNG, Studio2News — Teka-teki menyelimuti kematian seorang warga negara asing (WNA) asal Inggris, Gareth John Marks (53), yang ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar hotel berbintang di Kota Bandar Lampung. Polisi kini tengah mendalami kasus ini menggunakan metode scientific investigation guna menguak penyebab pasti di balik insiden tragis tersebut.

Gareth, yang sehari-hari bekerja sebagai chef di PT Philips Seafood Indonesia, menginap di Hotel Radisson Lampung sejak 26 Agustus hingga jadwal check-out pada 5 September 2026. Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV hotel, korban tercatat masuk ke dalam kamarnya seorang diri pada Senin (31/8/2026) setelah sempat dilaporkan mengalami sakit.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Herbin Sianipar, mengonfirmasi peristiwa penemuan jenazah tersebut. “Korban ini adalah warga negara Inggris. Kasus penemuan korban meninggal dunia ini masih dalam penyelidikan kami,” ujar Kombes Herbin, Rabu (2/9/2026).

Tragedi ini bermula ketika rekan kerja korban merasa curiga lantaran Gareth sama sekali tidak dapat dihubungi melalui sambungan seluler. Pihak manajemen hotel yang mendapat laporan tersebut kemudian mendatangi kamar korban di lantai 10.

Setelah berulang kali mengetuk pintu tanpa mendapat respons, pihak hotel memutuskan membuka kamar menggunakan kunci master. Namun, upaya tersebut sempat terkendala karena pintu kamar ternyata dalam kondisi terkunci ganda dari dalam, sehingga pihak hotel harus menerjunkan teknisi untuk membuka paksa.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, memaparkan kondisi saat kamar berhasil dibuka. “Pihak hotel menemukan korban dalam posisi terlentang di atas tempat tidur dengan kondisi berselimut hingga bagian dada dan kedua tangan berada di atas dada,” ungkap Kompol Gigih.

Pihak hotel lantas bergegas menghubungi ambulans, kepolisian, serta meminta bantuan medis dari Rumah Sakit Belleza Lampung. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya tim medis menyatakan Gareth telah meninggal dunia sekitar pukul 16.45 WIB.

Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh jajaran kepolisian menunjukkan belum adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada bagian luar tubuh korban. Kendati demikian, petugas mendapati sejumlah obat-obatan di dalam kamar tempat Gareth menginap.

“Secara fisik, hasil pemeriksaan luar tidak ada tanda-tanda kekerasan. Obat-obatan kesehatan, dugaan sementara seperti itu, tapi tetap akan kami mintai keterangan ahli, termasuk dokter,” jelas Kombes Herbin.

Polisi menegaskan bahwa penyebab pasti kematian korban belum dapat disimpulkan sebelum rangkaian autopsi selesai. Keterangan dari ahli medis serta dokter forensik menjadi kunci utama dalam merangkai kronologi kematian juru masak asal Britania Raya tersebut.

Sebagai bagian dari prosedur penanganan WNA, Polresta Bandar Lampung berkoordinasi secara intensif dengan Kantor Imigrasi Bandar Lampung untuk memverifikasi status keimigrasian korban.

Pihak kepolisian juga masih menunggu kedatangan pihak keluarga korban yang saat ini diketahui berdomisili di Thailand, serta merampungkan hasil autopsi sebelum menyampaikan kesimpulan resmi mengenai insiden ini. “Kami masih menunggu hasil autopsi serta kedatangan keluarga korban sebelum menyimpulkan penyebab kematian WNA asal Inggris tersebut,” pungkas Kombes Herbin. (Sandi Putra/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!