Pesisir Barat- Menyongsong pesta demokrasi tingkat pekon yang kian dekat, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas dan persatuan. Sebanyak 42 pekon di Kabupaten setempat bersiap menggelar Pemilihan Peratin (Pilperatin) Serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2026 mendatang.
Sebagai langkah preventif sekaligus membangun komitmen bersama, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat telah menggelar Deklarasi Damai bagi seluruh calon Peratin. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, yang didampingi oleh Wakil Bupati Irawan Topani, jajaran Staf Ahli Bupati, para Asisten, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam arahannya, Bupati Dedi Irawan menegaskan bahwa deklarasi damai tidak boleh dipandang sebatas agenda seremonial atau formalitas penandatanganan pakta integritas semata. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wujud komitmen kolektif untuk mengawal seluruh tahapan Pilperatin agar berjalan aman, tertib, jujur, terbuka, dan damai.
Bupati mengingatkan bahwa jabatan Peratin adalah amanah suci yang lahir dari kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, proses untuk meraih kepercayaan tersebut wajib ditempuh melalui cara-cara yang bermartabat, santun, dan penuh tanggung jawab.
Para kandidat diimbau untuk senantiasa menjunjung tinggi prinsip kejujuran, transparansi, serta mengedepankan ruang dialog yang sehat dalam berinteraksi dengan warga.
“Kita harus siap menang dan siap menerima hasil pemilihan dengan lapang dada,” tegas Bupati Dedi di hadapan para calon Peratin.
Bupati menilai bahwa dinamika dan perbedaan pilihan politik merupakan keniscayaan yang lumrah dalam alam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak disulut menjadi bara konflik yang dapat merusak kerukunan dan keharmonisan sosial di tingkat pekon.
Nilai moral yang kuat ditekankan melalui pesan bijak: “Menang bukan alasan untuk memecah, kalah bukan alasan untuk menjauh.”
Bupati berpesan agar nantinya mampu merangkul seluruh elemen masyarakat secara inklusif menjadi pemimpin bagi semua warga, tanpa terkecuali mereka yang sempat memiliki perbedaan pilihan politik dan Bupati juga mengajak untuk tetap menjaga ikatan persaudaraan dan terus berpartisipasi aktif serta memberikan kontribusi konstruktif demi kemajuan pekon masing-masing.
Guna menjaga marwah demokrasi, para calon Peratin juga diminta untuk menyampaikan visi, misi, serta program kerja secara santun sekaligus memberikan pendidikan politik yang edukatif bagi masyarakat.
Pemerintah daerah secara tegas melarang segala bentuk pelanggaran, mulai dari penyebaran fitnah, disinformasi, ujaran kebencian yang memecah belah, praktik politik uang (money politics), hingga tindakan-tindakan lain yang mencederai integritas Pilperatin 2026.
Apabila di kemudian hari timbul persoalan atau sengketa selama tahapan pemilihan berlangsung, Bupati menginstruksikan seluruh pihak untuk menempuh jalur resmi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta menghindari tindakan sepihak yang dapat memicu keresahan publik.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), panitia pemilihan, dan aparat keamanan berkomitmen untuk terus mengawasi serta mengantisipasi potensi gangguan demi terciptanya stabilitas keamanan daerah.
Pilperatin Serentak Pesisir Barat 2026 diharapkan tidak sekadar melahirkan pemimpin-pemimpin pekon yang kapabel, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam merawat semangat gotong royong dan kebersamaan. Berkompetisi boleh, berbeda pilihan boleh, tetapi persaudaraan dan keharmonisan masyarakat harus tetap dijaga. (Red)













