Lampung Utara- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR dan Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Utara memberlakukan rekayasa lalu lintas di ruas Jalan Soekarno Hatta, khususnya di area Simpang Kebon Empat. Kebijakan ini diambil guna mendukung kelancaran proyek perbaikan jalan menggunakan metode perkerasan beton semen (rigid pavement) demi meningkatkan kualitas infrastruktur dan kenyamanan pengguna jalan jangka panjang.

Kasat Lantas Polres Lampung Utara, AKP Foni Salimubun menjelaskan untuk meminimalkan potensi kemacetan dan menjaga arus lalu lintas tetap bergerak, Sat Lantas bersama pihak penyelenggara jalan menerapkan strategi pengalihan kendaraan berdasarkan bobot dan jenis armada
- Kendaraan Kecil (Roda 2 dan Roda 4): Seluruh kendaraan roda dua dan mobil pribadi yang mengarah ke Terbanggi Besar maupun Kotabumi dialihkan penuh melalui rute alternatif Jalan Raden Inten – Jalan Jenderal Sudirman.
- Kendaraan Besar (Truk dan Bus): Tetap diizinkan melintas di jalur utama Jalan Soekarno Hatta (Simpang Kebon Empat), namun diberlakukan sistem buka-tutup secara bergantian.
- Akses Lokal (Jalan Perintis dan Jalan Kapten Mustofa): Pengendara yang hendak menuju kawasan Jalan. Perintis dan Jalan. Kapten Mustofa diimbau untuk memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan di sekitar lokasi pekerjaan.
“Kami menempatkan anggota untuk melakukan pengaturan diwilayah yang saat ini diperbaiki jalannya, terutama di jam rawan kemacetan. Dan, rekayasa lalu lintas juga telah diberlakukan untuk pengalihan kendaraan,”jelas AKP Foni Salimbuan saat dihubungi via ponselnya, Selasa 25 Agustus 2026

Diterangkannya, pengalihan kendaraan sesuai dengan ketentuan rekayasa lalu lintas tentunya berdasarkan kajian bersama untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan pengendara di Lampung Utara,”Saya memohon maaf atas pengalihan kendaraan sementara ini dan saya mengimbau kepada masyarakat untuk dapat mematuhi aturan dalam berlalu lintas,”imbuhnya
Untuk diketahui, Secara teknis, metode perkerasan beton semen (rigid pavement) memiliki tingkat ketahanan yang sangat tinggi terhadap beban berat (axial load), menjadikannya ideal untuk jalan Nasional yang kerap dilalui kendaraan logistik. Namun, proses pembetonan memerlukan waktu pengerasan (curing time) yang optimal agar struktur beton mencapai kuat tekan maksimal sebelum dapat dilalui kendaraan secara penuh.

Dampaknya, lebar badan jalan yang dapat digunakan berkurang selama proses pengerjaan. Oleh karena itu, pengalihan kendaraan ringan ke jalur alternatif sangat penting untuk mengurangi volume antrean dan mencegah beban berlebih pada struktur beton yang baru dicor.
BPJN Lampung dan Sat Lantas Polres Lampung Utara mengingatkan masyarakat dan para pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama masa perbaikan berlangsung dengan memperhatikan poin-poin berikut:
- Kurangi Kecepatan: Patuhi batas kecepatan saat mendekati dan melintasi area proyek.
- Jaga Jarak Aman: Antisipasi pengereman mendadak akibat skema buka-tutup lalu lintas.
- Patuhi Rambu dan Petugas: Mengikuti arahan petugas di lapangan serta rambu petunjuk arah demi ketertiban bersama.
(Yogi/ Red)













