Berawal dari Infak Rp500 per Hari, SMAN 1 Padalarang Berhasil Berangkatkan Siswa dan Guru Umrah

Padalarang- Inovasi pendidikan karakter tidak melulu soal teori di dalam kelas. SMAN 1 Padalarang membuktikannya lewat aksi nyata berbasis spiritualitas dan kepedulian sosial melalui program Munaqosah Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an dan Gerakan Infak Umrah. Berkat konsistensi seluruh warga sekolah, program ini berhasil mengantarkan siswa dan guru berprestasi untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Gerakan ini mengedukasi siswa untuk membangun kebiasaan berbagi sejak dini. Lewat nominal yang terjangkau menyisihkan Rp500 per hari selama empat hari dalam sepekan setiap siswa berkontribusi Rp2.000 per minggu secara sukarela. Dari uang receh yang dikumpulkan secara konsisten tersebut, SMAN 1 Padalarang berhasil membukukan dana hingga Rp63 juta pada tahun ini. Uang tersebut dimanfaatkan secara akuntabel untuk membiayai perjalanan umrah penuh, mulai dari paspor, vaksinasi, transportasi, hingga uang saku penerima.

Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina, menegaskan bahwa nilai utama dari program ini terletak pada pembentukan kedisiplinan dan rasa empati siswa.

“Ini bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak dibiasakan disiplin, bertanggung jawab, dan bergotong royong melalui infak. Yang paling penting bukan hanya inovasinya, tetapi konsistensinya,” ujar Lina.

Program ini menjadi wadah apresiasi bagi para penghafal Al-Qur’an di lingkungan sekolah. Seleksi penerima beasiswa dilakukan secara ketat melalui munaqosah untuk menguji kelancaran hafalan, kekuatan muroja’ah, dan ketepatan tajwid tanpa melihat mushaf.

Tahun ini, keberkahan infak umrah diraih oleh As Syakira Pratama (kategori siswa terbaik munaqosah) dan Rizki Riyanti (guru Biologi SMAN 1 Padalarang).

Pengumuman beasiswa ini menjadi puncak rangkaian acara penutup peringatan Dies Natalis ke-59 SMAN 1 Padalarang yang diisi dengan tablig akbar hingga penampilan grup musik Nasional. Luar biasanya, seluruh perayaan tersebut diselenggarakan secara mandiri tanpa membebani orang tua siswa.

Lina menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada OSIS dan panitia siswa yang berhasil menggalang kerja sama dengan pihak luar dan program CSR dunia usaha.

“Kegiatan Dies Natalis tidak ada pungutan sepeser pun. Ini terlaksana murni karena usaha para panitia dari siswa yang berhasil bekerja sama dengan sponsor,” pungkas Lina.

Melalui integrasi antara hafalan Al-Qur’an, kepedulian sosial, dan kemandirian organisasi, SMAN 1 Padalarang membuktikan bahwa pendidikan karakter yang kuat mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan mandiri secara aksi (Disdik Jabar/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!