ANTREAN BBM DI LAMPUNG UTARA KARENA PENYESUAIAN KONSUMEN, DINAS PERDAGANGAN NYATAKAN STOK AMAN, PENGIRIMAN SEGERA NORMAL

Lampung Utara– Menyikapi terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dalam sepekan terakhir, Dinas Perdagangan Lampura bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan berkoordinasi langsung dengan pihak Pertamina.

Kepala Dinas Perdagangan Lampung Utara, Hendri  menyatakan bahwa fenomena antrean ini dipicu oleh adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, seperti Pertamax yang menyentuh angka Rp16.000 per liter, membuat sebagian besar pengendara beralih memilih BBM bersubsidi jenis Pertalite.

“Kami memahami kondisi di lapangan. Saat melakukan sidak langsung ke sejumlah SPBU, situasi sebenarnya masih dalam koridor normal, namun memang terlihat ada antrean yang lebih panjang dari biasanya. Hal ini wajar karena adanya migrasi konsumen dari Pertamax ke Pertalite,” ujar Kadis Perdagangan Lampura, Selasa 16 Meu 2026.

Hendri menegaskan bahwa isu kelangkaan BBM di wilayah Lampung Utara sama sekali tidak benar. Berdasarkan hasil koordinasi dan validasi data bersama Pertamina, ketersediaan pasokan untuk wilayah Lampura dipastikan berada dalam kondisi aman.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok BBM kita di Lampung Utara sebenarnya aman dan mencukupi. Kendala utama yang terjadi beberapa hari terakhir ini murni karena adanya keterlambatan teknis dalam proses pengiriman dari pihak Pertamina ke SPBU akibat dari kapasitas pembelian Pertalite meningkat,” jelasnya.

Menanggapi situasi tersebut, Dinas Perdagangan telah meminta komitmen kuat dari Pertamina untuk mempercepat jalur logistik dan distribusi. Pihak Pertamina sendiri telah berjanji akan segera mengurai kendala pengiriman tersebut dalam waktu singkat agar pasokan kembali lancar.

Disinggung terkait kebutuhan BBM jenis solar, Kadis Perdagangan mengatakan bahwa pihaknya pun telah memberikan penegasan kepada pihak pertamina agar kebutuhan solar di Lampung Utara dapat terpenuhi. Pihaknya pun berkomitmen untuk terus mengawal dan menjaga stabilitas distribusi, baik untuk BBM jenis Pertalite maupun Solar, guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa harus memicu kepanikan.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Lampung Utara agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying (pembelian berlebihan karena panik), sebab tindakan tersebut justru akan memperpanjang antrean di SPBU. Kami bersama Pertamina terus berupaya mengoptimalkan pasokan Solar dan Pertalite agar ke depan aktivitas pengisian BBM kembali normal, tertib, dan tanpa antrean panjang,” tutup Kadis Perdagangan. (Yogi/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!