PURWOREJO, studio2news – Gelap di Dusun Krembeng, Desa Hadimulyo, Kecamatan Kaligesing, telah berakhir. Dikutif dari Laman resmi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara simbolis melakukan penyalaan listrik perdana bagi warga penerima Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Momen ini bukan sekadar menyalakan lampu, melainkan simbol hadirnya negara di wilayah yang selama ini terisolasi dari akses energi modern.
Kehadiran Bahlil di Dusun Krembeng menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mengejar ketertinggalan infrastruktur energi di wilayah pedesaan.
Bagi warga Dusun Krembeng, sambungan listrik ini adalah pintu gerbang menuju kemandirian ekonomi dan kenyamanan hidup yang selama ini menjadi impian.
Program BPBL yang digulirkan pemerintah merupakan instrumen agresif untuk memangkas kesenjangan energi. Hingga tahun 2025, jejak pemerataan ini tercatat sangat masif Sukses menjangkau 1.403 lokasi di berbagai pelosok Nusantara.
Program BPBL Telah mengalirkan listrik ke 220.845 rumah tangga di seluruh Indonesia. Khusus untuk wilayah Jawa Tengah, sebanyak 19.161 rumah tangga kini telah menikmati manfaat nyata dari program ini.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah untuk memastikan bahwa energi bukan lagi kemewahan, melainkan hak dasar yang dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat, hingga ke titik terdalam desa.
Bahlil menegaskan bahwa penyediaan akses listrik adalah langkah krusial dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Listrik yang kini mengalir ke rumah-rumah warga diharapkan menjadi motor penggerak baru untuk Membuka peluang usaha kecil bagi warga desa di malam hari, Memastikan anak-anak dapat belajar dengan layak di malam hari tanpa kendala penerangan dan Meningkatkan standar kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Pemerintah menargetkan bahwa program ini tidak akan berhenti di sini. Dengan dukungan penuh dari seluruh pihak, elektrifikasi desa akan terus dipacu guna mewujudkan keadilan energi yang merata dari Aceh hingga Papua. (Red).













