KOTABUMI – Puskesmas Kotabumi II terus memantapkan komitmennya dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat melalui program Puskesmas Mider. Strategi penjangkauan langsung ke pemukiman warga ini kembali dibuktikan lewat kegiatan pelayanan kesehatan gratis yang dipusatkan di Posyandu Melati III Tanjung Harapan, Kamis (10/9/2026).
Langkah jemput bola tersebut menyasar masyarakat pelosok yang kerap terkendala jarak dan akses menuju fasilitas kesehatan formal. Dalam aksi pelayanan terpadu ini, tim medis mencatat sebanyak 49 warga memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan tanpa dipungut biaya.
Berdasarkan hasil rekapitulasi medis di lapangan, mayoritas keluhan kesehatan warga didominasi oleh kelompok penyakit tidak menular serta beberapa gangguan pencernaan dan kulit. Diagnosa utama yang paling banyak ditemukan meliputi hipertensi, asam urat, kolesterol tinggi, diabetes, dispepsia, hingga urtikaria.
Dokter pemeriksa Puskesmas Kotabumi II, dr. Pebrian Pramana Putra, menjelaskan bahwa tingginya angka temuan penyakit metabolik dan degeneratif ini berkaitan erat dengan kesadaran deteksi dini serta pola hidup harian masyarakat.
“Sebagian besar warga yang datang mengeluhkan keluhan fisik yang ternyata berakar dari tekanan darah, kadar asam urat, maupun kolesterol yang belum terkontrol. Melalui Puskesmas Mider ini, kami tidak hanya memberikan intervensi obat, tetapi juga penekanan pada edukasi pola makan dan pencegahan komplikasi lanjutan,” ujar dr. Pebrian Pramana Putra.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kotabumi II, Leni Idriana Shanty, menegaskan bahwa keberadaan program Puskesmas Mider merupakan instrumen vital dalam mewujudkan pemerataan akses pelayanan kesehatan di seluruh wilayah kerja.
“Puskesmas Mider adalah wujud nyata komitmen kami untuk memastikan hadirnya negara di tengah masyarakat. Kendala geografis tidak boleh menjadi penghalang warga untuk mendapatkan hak dasarnya di bidang kesehatan. Kami akan terus merawat konsistensi program ini, menyisir pelosok pemukiman secara berkala agar kualitas hidup warga terjaga,” tegas Leni Idriana Shanty.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan mendapat respon positif dari warga setempat ini diharapkan dapat mendorong budaya hidup sehat serta meningkatkan kepatuhan berobat bagi penderita penyakit kronis di tingkat tapak. (Red).













