Lampung Utara, – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan merata kembali dibuktikan oleh Puskesmas Ketapang melalui aksi nyata di lapangan. Jemput bola pelayanan kesehatan gratis lewat program Puskesmas Mider sukses digelar di Desa Gunung Labuhan, Kecamatan Sungkai Selatan, Kamis (10/9/2026). Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat pedesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses geografis maupun ekonomi dalam mendapatkan penanganan medis berkala.
Dalam aksi pelayanan langsung ini, tercatat sebanyak 40 warga memanfaatkan fasilitas pemeriksaan dan pengobatan gratis. Mayoritas penerima manfaat didominasi oleh kelompok perempuan sebanyak 36 orang, sementara pasien laki-laki berjumlah 4 orang. Dominasi pasien perempuan ini memperlihatkan peran krusial ibu rumah tangga yang kerap menjadi tumpuan kesehatan keluarga di tingkat tapak.
Berdasarkan hasil diagnosis tim medis di lapangan, deretan penyakit tidak menular (PTM) serta gangguan otot dan pencernaan menjadi kasus terbanyak yang dikeluhkan warga:
-
Myalgia (Nyeri Otot): 13 pasien
-
Dispepsia (Gangguan Pencernaan): 8 pasien
-
Diabetes Mellitus: 6 pasien
-
Hipertensi: 5 pasien
-
ISPA (Batuk Pilek): 5 pasien
-
Asam Urat: 3 pasien
Tingginya angka keluhan myalgia dan dispepsia mencerminkan tingginya aktivitas fisik warga setempat serta pola konsumsi harian yang membutuhkan pendampingan gizi berkelanjutan. Sementara itu, ditemukannya kasus diabetes dan hipertensi menegaskan pentingnya deteksi dini guna mencegah komplikasi kronis di kemudian hari.
Kepala Puskesmas Ketapang, Ardi Mahardian, menegaskan bahwa program Puskesmas Mider bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud tanggung jawab moral pemerintah dalam menjamin hak dasar kesehatan warga tanpa terkecuali.
“Kesehatan adalah hak mendasar setiap warga negara, dan jarak tidak boleh menjadi penghalang untuk mendapatkannya. Melalui Puskesmas Mider, kami memastikan negara hadir langsung di tengah masyarakat Desa Gunung Labuhan. Kami tidak hanya mengobati yang sakit, tetapi juga melakukan edukasi dan deteksi dini agar kualitas hidup warga tetap terjaga tanpa terbebani biaya,” tegas Ardi Mahardian.
Melalui konsistensi program Puskesmas Mider ini, Puskesmas Ketapang bertekad memperkuat benteng pertahanan kesehatan masyarakat di tingkat desa sekaligus memastikan seluruh lapisan warga mendapatkan pelayanan medis yang layak, transparan, dan sepenuhnya bebas biaya. (Red).













