Jakarta- Menteri Dalam Negeri RI, M Tito Karnavian meminta Pemerintah daerah di sejumlah wilayah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mengantisipasi potensi peningkatan risiko abu vulkanik. Pemda diminta mengoptimalkan pemantauan situasi secara berkala guna menyesuaikan skema pelayanan publik di daerah masing-masing.
Sebaran abu vulkanik tercatat meluas hingga mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatera Selatan. Menyikapi kondisi tersebut, pemda diimbau segera menyusun langkah responsif guna meminimalkan dampak kesehatan dan gangguan aktivitas masyarakat.
Mendagri, Tito menekankan kepada kesehatan masyarakat yang terdampak erupsi, menekan risiko gangguan pernapasan dan iritasi mata akibat paparan abu vulkanik, masyarakat diimbau menggunakan alat pelindung diri dasar, seperti masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan. Pemda juga diminta segera mendistribusikan masker secara masif, khususnya di zona terdampak paling parah.
“Langkah pencegahan difokuskan pada perlindungan kesehatan masyarakat serta kesiapan respons daerah apabila terjadi peningkatan intensitas erupsi.”tegas Mendagri
Pada sektor transportasi lokal baik moda darat, laut, sungai, maupun danau skema operasional diserahkan kepada Pemda untuk disesuaikan dengan jarak pandang dan tingkat risiko di lapangan. Apabila risiko meningkat, penutupan atau pengalihan rute dapat dilakukan berdasarkan rujukan data resmi Pemerintah pusat.
Sementara itu, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) diimbau berjalan secara fleksibel:
- Kegiatan dalam ruang (indoor): Tetap berjalan dengan pemantauan ketat terhadap kualitas udara.
- Kegiatan luar ruang (outdoor): Diminta ditunda atau disesuaikan dengan kondisi sebaran abu di lokasi sekolah.
Pemda di seluruh wilayah terdampak diharapkan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan setiap kebijakan diambil berdasarkan informasi terkini. (Red)













