Kemendikti Sainstek Imbau Kampus Batasi Aktivitas Fisik

Kemendikti Sainstek Imbau Kampus Terapkan Perkuliahan Daring

Jakarta- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Sainstek) mengimbau seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk membatasi aktivitas fisik di lingkungan kampus. Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi risiko paparan abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menegaskan bahwa keselamatan serta kesehatan civitas akademika menjadi prioritas utama. Mengingat sebaran abu vulkanik berpotensi memicu gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya, pihak kampus diminta segera menyesuaikan skema operasional harian.

“Aktivitas perkuliahan, layanan kantor, dan kegiatan akademik lainnya dapat dilaksanakan secara daring (online) maupun hybrid, disesuaikan dengan kondisi dinamik di wilayah kampus masing-masing,” ujar Fauzan dalam keterangan resminya.

Melalui kebijakan fleksibilitas ini, Kemendikti Sainstek berharap potensi paparan abu vulkanik terhadap mahasiswa, tenaga pengajar, dan staf kependidikan dapat diminimalisasi. Pimpinan perguruan tinggi juga diminta aktif memantau pembaruan data dari otoritas kebencanaan terkait serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna menentukan langkah operasional selanjutnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!