Dibalik kesahajaan seragam putih abu-abu dan senyuman tenang, tersimpan sebuah ketangguhan luar biasa dari seorang remaja bernama Anwar Marifatullah. Sebagai siswa kelas 10 di SMAN 3 Kotabumi, Anwar membuktikan bahwa batas usia bukanlah halangan untuk mengukir prestasi hingga kancah nasional di dunia bela diri karate.
Kecintaan Anwar pada dunia karate bukanlah hobi yang baru kemarin ia geluti. Sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara, langkah kecilnya telah akrab dengan suasana latihan sejak masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Berkat kedisiplinan yang tinggi serta dukungan penuh dari keluarga, Anwar konsisten menempa diri melalui latihan rutin hingga tiga kali dalam sehari.
Kerja keras tersebut terbukti membuahkan hasil gemilang. Pada bulan Juli lalu, Anwar sukses membawa pulang piala bergengsi dalam ajang Piala Presiden kategori karate yang dihelat di GOR Siger, Bandar Lampung, sebuah kejuaraan tingkat nasional yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari 18 provinsi di Indonesia. Koleksi prestasinya pun semakin lengkap dengan diraihnya gelar juara di ajang Kapolda Sumsel di Palembang.
Menghadapi lawan dengan postur tubuh yang lebih besar di atas arena tarung tidak pernah membuat nyali remaja bersabuk hitam ini ciut. Dengan penuh keyakinan, Anwar mengaku tidak pernah merasa gentar karena prinsipnya sederhana, sebuah tantangan belum bisa dikatakan sulit jika belum dihadapi langsung di atas matras.
Pengalaman berharga pernah ia rasakan ketika berlaga di ajang internasional PB Forki menghadapi lawan tangguh dari DKI Jakarta, serta pengalamannya di ajang O2SN. Meski saat itu ia harus mengakui keunggulan lawan, kekalahan bukanlah akhir, melainkan titik balik untuk mengevaluasi diri. Bagi Anwar, kekalahan di ring pertandingan sering kali terjadi bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan akibat hilangnya fokus di tengah kecepatan teknik lawan. Dari kancah karate, ia mendalami berbagai kategori mulai dari komite yang mengandalkan pertarungan bebas, kata yang sarat unsur seni, hingga kategori beregu.
Menyeimbangkan antara kewajiban belajar di sekolah dan jadwal latihan yang padat tentu bukanlah perkara mudah. Namun, bagi Anwar, manajemen waktu yang baik dan semangat untuk terus membanggakan sekolah serta keluarga adalah kunci utamanya.
Dukungan penuh juga mengalir dari pola asuh orang tua yang bijak, sengaja mendidiknya dengan porsi kemandirian yang tinggi agar tumbuh menjadi pribadi yang tahan banting dan tidak mudah menyerah. Ketika disinggung mengenai risiko cedera fisik selama bertarung, Anwar menjawabnya dengan tenang bahwa dirinya sudah terbiasa dengan tempaan fisik tersebut. Dengan pandangan jauh ke depan, ia kini bermimpi besar untuk mendedikasikan hidupnya bagi bangsa dan negara dengan bercita-cita menjadi seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), sembari mempersiapkan diri menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan.
Di tengah dinamika pendidikan modern, peran pembinaan kesiswaan memegang kunci utama dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga unggul dalam berbagai bidang ekstrakurikuler. Hal ini tercermin langsung dari komitmen yang dijalankan di lingkungan SMAN 3 Kotabumi di bawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Ibu Marlina.
Dalam kesehariannya, pihak kesiswaan berupaya keras memberikan ruang seluas-seluasnya bagi para siswa untuk menyalurkan bakat dan minat mereka melalui pendekatan yang persuasif dan jemput bola, seperti berkeliling ke setiap kelas 10 untuk menjaring siswa yang ingin mengembangkan hobinya. Tercatat ada sekitar 14 jenis kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah, mulai dari bidang olahraga seperti basket, voli, dan futsal, hingga bidang seni serta Paskibra.
Pihak sekolah senantiasa memberikan dukungan penuh manakala ada siswa yang berinisiatif mengikuti kompetisi eksternal. Setiap proposal perlombaan yang diajukan oleh siswa selalu melalui proses koordinasi dengan pembina masing-masing bidang untuk kemudian diteruskan kepada kepala sekolah guna mendapatkan restu resmi.
Guna membentuk kedisiplinan dan karakter, SMAN 3 Kotabumi menetapkan kebijakan terstruktur:
- Ekstrakurikuler Wajib: Pramuka, diwajibkan bagi seluruh siswa kelas 10 dengan jadwal latihan rutin setiap hari Sabtu.
- Ekstrakurikuler Pilihan: Bidang seni dan olahraga dijadwalkan secara khusus setiap hari Jumat sepulang sekolah.
- Pendampingan Profesional: Kehadiran pelatih khusus dihadirkan untuk mendampingi masing-masing bidang, di mana mereka secara berkala melaporkan perkembangan serta prestasi anak didik kepada pihak kesiswaan.
Lebih lanjut, ketika ada siswa yang belum berhasil dalam suatu kompetisi, langkah pembinaan tidak lantas berhenti di situ. Pihak kesiswaan senantiasa memberikan motivasi agar para siswa tidak patah semangat dan terus berlatih.
Perjalanan gemilang yang diukir oleh Anwar Marifatullah dan komitmen pembinaan di SMAN 3 Kotabumi menjadi bukti nyata bahwa dengan konsistensi, tekad yang kuat, disiplin besi, serta dukungan penuh dari sekolah dan orang tua, tidak ada batasan bagi generasi muda untuk meraih mimpi setinggi langit. (Diq).













