Jakarta- Pemerintah tengah menyiapkan langkah terobosan untuk mengatasi masalah klasik kelebihan kapasitas (overcapacity) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapis) seluruh Indonesia. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal memberikan amnesti massal bagi warga binaan berusia di bawah 35 tahun pada Agustus mendatang.
Namun, amnesti kali ini dipastikan berbeda dari biasanya. Para narapidana muda yang mendapat pengampunan tidak akan langsung melenggang bebas ke masyarakat, melainkan wajib mengikuti program pendidikan kemiliteran melalui Komponen Cadangan (Komcad).
Rencana strategis ini diungkapkan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, saat meninjau fasilitas pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan kemarin.
“Mudah-mudahan ya Bapak Presiden, Agustus nanti akan memberikan amnesti kepada warga binaan Pemasyarakatan di bawah usia 35 tahun,” ujar Agus kepada awak media.
Agus menegaskan bahwa integrasi antara amnesti dan wajib militer lewat Komcad ini sengaja dirancang untuk mengubah pola pikir dan membentuk karakter para warga binaan muda. Langkah ini diharapkan dapat menyuntikkan rasa Nasionalisme dan kedisiplinan yang tinggi sebelum mereka benar-benar kembali ke tengah masyarakat.
“Tapi tidak langsung bebas, tapi ikut Komcad, biar mereka disiplin,” tegas mantan Wakapolri tersebut.
Selain fokus pada pembinaan karakter, Agus menuturkan bahwa kebijakan ini merupakan respons cepat dan langkah konkret Pemerintah dalam mengurai benang kusut pemasyarakatan di
Sementara itu, Agus meminta warga binaan menjalani program di Lapas dengan baik,”Imbauan yang saat ini menjalani proses pembinaan, ikuti dengan baik. Mudah-mudahan penilaian petugas baik, sehingga memperoleh kesempatan mendapat amnesti,”tukasnya (Red)













