Revolusi “Sampah Jadi Cuan”, Imigrasi Kotabumi Berencana Ubah Limbah Plastik Menjadi  Paspor

LAMPUNG UTARA, studio2news – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotabumi di bawah komando Aaron Nicky Santosa memiliki rencana  besar. Bukan sekadar urusan keimigrasian, lembaga ini berencana akan memecah kebuntuan birokrasi dengan meluncurkan terobosan baru mengubah tumpukan sampah plastik menjadi “Cuan” untuk mendapatkan layanan paspor.

Di tengah rutinitas padat melayani masyarakat, Imigrasi Kotabumi justru berani keluar dari zona nyaman. Mereka akan menyulap limbah plastik khususnya sampah bekas botol air mineral yang selama ini menjadi polusi menjadi instrumen bernilai ekonomi.

Langkah ini tidak hanya sekadar kampanye kebersihan, tetapi merupakan manifestasi nyata dari dukungan terhadap program Ketahanan Pangan dan Lingkungan Nasional. Melalui kolaborasi strategis dengan pihak kelurahan setempat, masyarakat kini diberikan opsi inovatif: membawa sampah plastik yang telah dipilah untuk ditukarkan paspor.

Ekosistem sampah jadi cuan ini dijalankan dengan mekanisme profesional melalui keterlibatan Koperasi Imigrasi. Koperasi berperan sebagai penggerak utama dalam pengelolaan sampah internal sekaligus menjadi pengelola transaksi barang bekas tersebut.

Aaron Nicky Santosa menegaskan bahwa inovasi ini tidak boleh mengganggu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) utama kantor imigrasi.

” Kami sadar bahwa tugas utama kami adalah pelayanan publik. Namun, inovasi ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan prima yang melampaui ekspektasi. Kami ingin membuktikan bahwa instansi pemerintah bisa menjadi motor penggerak ekonomi sirkular sekaligus solusi bagi permasalahan lingkungan di masyarakat,” tegas Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotabumi, Aaron Nicky Santosa di sela-sela kunjungan kerja ke Studio2news Senin (29/6/2026).

Aaron menambahkan bahwa efektivitas operasional tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, kegiatan wajib pelayanan keimigrasian tetap berjalan normal dan optimal tanpa hambatan sedikit pun. Menurutnya lagi, program ini justru meningkatkan semangat dan empati pegawai dalam berinteraksi dengan masyarakat.

“Inovasi ini adalah cara kami menjemput bola. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Imigrasi Kotabumi hadir, bukan hanya sebagai pemberi layanan administratif, tapi juga sebagai mitra yang peduli pada isu sosial dan lingkungan,” ujar Aaron.

Langkah berani Imigrasi Kotabumi ini akan menjadi percontohan bagi unit kerja lain. Di saat instansi lain masih berkutat dengan birokrasinya, Imigrasi Kotabumi akan membuktikan bahwa dengan inovasi, sampah yang dulunya dibuang, kini mampu menjadi nilai tambah yang memanusiakan rakyat. (Diq).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!